Lingkaranberita.com, Penajam,— Di balik deru sirene dan kobaran api yang berhasil dipadamkan, terdapat kenyataan yang belum banyak diketahui publik: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hingga kini masih bekerja di bawah standar jumlah personel ideal.
Meski armada operasional telah memadai, keterbatasan tenaga manusia membuat beberapa unit tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini menghambat efektivitas dan mengancam keselamatan saat petugas berjibaku memadamkan api di lapangan.
“Menurut aturan Kementerian Dalam Negeri, satu unit armada seharusnya dilengkapi dengan enam personel. Faktanya, kami hanya mampu mengisi tiga sampai empat orang per armada,” ujar Sonny Wijaya, Sekretaris Dinas Damkar PPU.
Pembagian tugas di tim pemadam kebakaran bukan hal sembarangan. Setiap personel punya peran spesifik: dari pengemudi, operator pompa, pemegang nozzle utama, hingga tim evakuasi dan medis. Dengan formasi tidak lengkap, personel yang ada terpaksa merangkap tugas, yang secara langsung menurunkan efektivitas dan meningkatkan risiko saat menjalankan misi.
Ironisnya, dalam hal jumlah armada, Damkar PPU justru sudah melampaui syarat minimum. Beberapa kendaraan bahkan terpaksa menganggur karena tak ada cukup personel untuk mengoperasikannya.
“Kendaraan kami mencukupi, bahkan lebih dari standar minimum. Tapi apa artinya armada lengkap jika tidak ada cukup orang untuk mengoperasikannya secara maksimal?” ungkap Sonny.
Upaya untuk menutup kekurangan ini terus dilakukan. Damkar PPU sudah menyusun pemetaan kebutuhan tenaga dan tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk solusi jangka panjang, termasuk pengajuan formasi baru melalui jalur CPNS dan PPPK.
Di tengah segala keterbatasan, Damkar PPU tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik. Namun Sonny menegaskan, peningkatan jumlah personel bukan lagi sekadar keinginan, melainkan kebutuhan mutlak demi menjamin keselamatan masyarakat maupun petugas sendiri.
“Kami bisa bekerja cepat, tapi kami ingin bisa bekerja dengan benar. Dan itu hanya bisa dilakukan jika standar jumlah personel terpenuhi,” tutupnya.
Panggilan darurat bisa datang kapan saja. Tapi untuk menjawabnya dengan sempurna, Damkar butuh lebih dari sekadar semangat — mereka butuh personel yang cukup untuk menyelamatkan nyawa. (adv/kominfoppu)