Lingkaranberita.com, Penajam, — Di balik kesiapsiagaan armada pemadam yang terlihat mentereng, terdapat persoalan mendasar yang mengintai kinerja Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU): kekurangan personel.
Meskipun armada Damkar PPU dinyatakan lebih dari cukup untuk menjangkau seluruh wilayah, minimnya jumlah petugas membuat sebagian kendaraan tidak bisa beroperasi maksimal. Hal ini menyebabkan penanganan kebakaran, terutama yang berskala besar, menjadi jauh dari kata ideal.
“Idealnya, satu unit mobil pemadam diisi enam orang petugas sesuai standar dari Kemendagri. Saat ini, satu armada hanya terisi tiga atau empat orang. Jelas ini kurang,” ujar Sonny Wijaya, Sekretaris Damkar PPU, saat ditemui di Markas Komando, Kamis (22/5).
Kekurangan ini bukan sekadar hitungan angka. Dalam satu tim, setiap orang punya peran vital: pengemudi, operator pompa, petugas penyemprot, tim evakuasi, dan cadangan untuk keselamatan. Dengan jumlah yang terbatas, satu petugas harus merangkap dua hingga tiga peran sekaligus.
“Kalau personel tidak lengkap, pembagian tugas jadi tumpang tindih. Itu berisiko, apalagi dalam kondisi darurat,” imbuh Sonny.
Lebih ironis lagi, jumlah kendaraan yang tersedia justru sudah melampaui batas minimum yang disyaratkan. Namun, tanpa cukup tenaga untuk mengoperasikan, sebagian unit harus ‘parkir’ tanpa fungsi.
Dalam menghadapi tantangan ini, Damkar PPU melakukan berbagai upaya efisiensi. Mulai dari rotasi tim, optimalisasi shift kerja, hingga pemetaan ulang kebutuhan sumber daya manusia. Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan demi memperjuangkan tambahan formasi personel, baik melalui jalur CPNS maupun PPPK.
“Kami sudah susun pemetaan kebutuhan SDM dan ajukan ke instansi terkait. Ini bukan soal ingin tambah pegawai, tapi soal kebutuhan riil di lapangan,” tegas Sonny.
Meski berjalan dengan sumber daya terbatas, Damkar PPU tetap berkomitmen menjaga layanan publik tetap berjalan. Namun Sonny tak menampik bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan, risiko keselamatan baik bagi petugas maupun warga akan terus membayangi.
Mereka yang memadamkan api bukan sekadar membawa selang dan air. Mereka butuh tim solid, jumlah cukup, dan sistem pendukung yang kuat. Sayangnya, untuk saat ini, jumlah itu belum berpihak pada Damkar PPU.(adv/kominfoppu)