Lingkaranberita.com, Penajam — Setelah sempat digadang-gadang sebagai pintu masuk tenaga kerja lokal ke mega proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), Anjungan Siap Kerja Sepaku kini resmi ditutup. Loket fisik yang diresmikan pada 2024 itu hanya bertahan satu tahun—dan kini digantikan oleh sistem digital yang lebih responsif dan terintegrasi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, Marjani, menyebut keputusan ini bukan bentuk kegagalan, melainkan langkah maju menuju pelayanan modern dan efisien.
“Kami tak bisa hanya duduk menunggu di loket yang tak pernah diisi data. Transformasi digital adalah keharusan jika ingin tenaga kerja lokal tidak tertinggal arus,” ujarnya, 7 Mei 2025.
Data Tak Pernah Datang, Layanan Fisik Mati Suri
Sejak peresmian, Anjungan Siap Kerja Sepaku tak pernah menerima satu pun input lowongan dari kontraktor IKN. Hasilnya, pendaftaran masyarakat merosot hingga 65 persen. Warga pun mulai beralih ke portal daring milik Otorita IKN, membuat loket fisik praktis tak lagi relevan.
Tiga Terobosan Baru: Cepat, Nyaman, Tanpa Antre
Sebagai gantinya, Disnakertrans PPU memperkenalkan sistem rekrutmen baru berbasis digital yang akan mulai diluncurkan pekan ketiga Mei, mencakup:
- Aplikasi mobile tenaga kerja PPU — menampilkan lowongan real-time, fitur e-learning, dan akses langsung ke pendamping tenaga kerja lewat live chat.
- Integrasi dengan OSS dan ikn.go.id — memastikan data pelatihan dan sertifikasi langsung terhubung ke sistem pusat.
- Loket virtual mingguan — dibuka setiap Jumat oleh UPTTK Sepaku untuk melayani warga yang belum terbiasa menggunakan platform digital.
“Sekarang warga cukup punya ponsel. Informasi kerja, pelatihan, hingga bimbingan—semua ada dalam satu genggaman,” tegas Marjani.
Sinergi Data Jadi Kunci
Disnakertrans juga tengah membangun kerja sama teknis dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Otorita IKN guna membuka akses langsung ke data lowongan melalui API. Langkah ini diharapkan mampu menghilangkan kekosongan informasi dan memperluas akses masyarakat lokal ke peluang kerja yang relevan.
Dengan ini, Anjungan Siap Kerja Sepaku boleh tutup, tapi peluang kerja justru dibuka lebar-lebar—secara digital.(adv/kominfoppu)