Lingkaranberita.com, Penajam, — Setelah diresmikan penuh harap pada 2024 sebagai jembatan peluang kerja warga lokal ke proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), Anjungan Siap Kerja Sepaku justru berakhir sebagai proyek kosong. Setahun berjalan, tidak satu pun lowongan kerja dari pihak IKN dikirimkan ke pusat informasi tenaga kerja tersebut. Hasilnya: Anjungan ditutup permanen.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, Marjani, menyebut penutupan ini sebagai konsekuensi dari mandeknya komunikasi dan sinergi antar lembaga.
“Sejak dibuka, tidak ada satu pun kuota kerja dari kontraktor atau Otorita IKN yang masuk. Praktis, Anjungan hanya jadi bangunan kosong tanpa fungsi,” ujarnya, 7 Mei 2025.
Diresmikan Megah, Berakhir Sepi
Anjungan ini sebelumnya diresmikan lewat nota kesepahaman lintas kementerian dan otoritas IKN sebagai simbol sinergi pusat dan daerah dalam menyerap tenaga kerja lokal. Tapi realitas di lapangan justru memperlihatkan kegagalan sistemik.
Tak ada data. Tak ada pelamar. Tak ada pekerjaan.
Aset Dialihkan, Sistem Baru Dirancang
Tanpa menunggu regulasi daerah, keputusan manajerial diambil: seluruh aset Anjungan kini dialihkan ke UPT Tenaga Kerja (UPTTK). Disnakertrans pun tengah merancang strategi baru yang lebih modern.
“Kami belajar dari sini. Ke depan, penyaluran tenaga kerja akan berbasis digital lewat sistem web dan mobile, serta aktif jemput bola ke desa-desa,” kata Marjani.
LSM Desak Audit, Pemda Janji Evaluasi
Kegagalan Anjungan mengundang kritik dari kalangan LSM dan pemerhati kebijakan publik, yang mendesak adanya audit independen terhadap anggaran dan SDM yang pernah ditempatkan di Anjungan.
Pemerintah Kabupaten PPU pun mengakui lemahnya koordinasi dan berjanji mengevaluasi menyeluruh agar investasi sumber daya publik benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat lokal.(adv/kominfoppu)