lingkaranberita.com, PENAJAM PASER UTARA – Demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memastikan ketersediaan tenaga medis di daerah, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusup, mengusulkan penyesuaian insentif bagi dokter umum dan spesialis yang bertugas di wilayah tersebut.
Menurut Yusup, besaran insentif yang lebih kompetitif akan membuat para dokter merasa lebih dihargai dan betah menetap serta aktif melayani masyarakat, khususnya di akhir pekan saat kondisi rumah sakit cenderung minim tenaga medis.
“Kalau insentifnya sesuai, dokter akan lebih siap berjaga dan tetap praktik di PPU. Jumat sampai Minggu itu waktu yang krusial, harus dipastikan mereka standby,” jelasnya, Senin (25/4/2025).
Yusup mengungkapkan bahwa idenya bukan tanpa dasar. Ia mengacu pada studi banding ke Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, yang telah berhasil mempertahankan kehadiran dokter melalui skema insentif menarik—bahkan mencapai Rp50 juta per bulan untuk dokter spesialis.
“Di Tabalong, insentif jadi kunci sukses layanan mereka. Kita bisa mencontoh itu, tentu disesuaikan dengan kondisi dan regulasi daerah,” ucapnya.
Ia berharap Pemkab PPU bisa segera menyusun dasar hukum yang jelas untuk mendukung kebijakan tersebut. Dengan begitu, tenaga medis tidak hanya datang dan pergi, tetapi benar-benar menjadi bagian dari sistem pelayanan kesehatan yang berkelanjutan di Benuo Taka.
“Kalau kita serius ingin warga mendapat layanan terbaik, maka tenaga medisnya juga harus kita perhatikan kesejahteraannya. Ini investasi jangka panjang untuk kesehatan daerah,” tegas Yusup.(adv/dprdpenajam)