• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Dukung Layanan Kesehatan Prima, DPRD Dorong Tambahan Insentif untuk Dokter di PPU

25/04/2025
in DPRD PENAJAM
0

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad.(ist)

537
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

lingkaranberita.com, PENAJAM PASER UTARA – Demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memastikan ketersediaan tenaga medis di daerah, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusup, mengusulkan penyesuaian insentif bagi dokter umum dan spesialis yang bertugas di wilayah tersebut.

Related Posts

Raup Kuatkan Petugas Paskibraka yang Lolos Tingkat PPU dan Kaltim

Pucuk Tertinggi Dandim PPU Berganti, Raup Muin Ajak Sinergi

Perjelas Kartu Penajam Cerdas

Sekolah Swasta Digratiskan, DPRD Minta Data Lebih Dulu Dirapikan

Menurut Yusup, besaran insentif yang lebih kompetitif akan membuat para dokter merasa lebih dihargai dan betah menetap serta aktif melayani masyarakat, khususnya di akhir pekan saat kondisi rumah sakit cenderung minim tenaga medis.

“Kalau insentifnya sesuai, dokter akan lebih siap berjaga dan tetap praktik di PPU. Jumat sampai Minggu itu waktu yang krusial, harus dipastikan mereka standby,” jelasnya, Senin (25/4/2025).

Yusup mengungkapkan bahwa idenya bukan tanpa dasar. Ia mengacu pada studi banding ke Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, yang telah berhasil mempertahankan kehadiran dokter melalui skema insentif menarik—bahkan mencapai Rp50 juta per bulan untuk dokter spesialis.

“Di Tabalong, insentif jadi kunci sukses layanan mereka. Kita bisa mencontoh itu, tentu disesuaikan dengan kondisi dan regulasi daerah,” ucapnya.

Ia berharap Pemkab PPU bisa segera menyusun dasar hukum yang jelas untuk mendukung kebijakan tersebut. Dengan begitu, tenaga medis tidak hanya datang dan pergi, tetapi benar-benar menjadi bagian dari sistem pelayanan kesehatan yang berkelanjutan di Benuo Taka.

“Kalau kita serius ingin warga mendapat layanan terbaik, maka tenaga medisnya juga harus kita perhatikan kesejahteraannya. Ini investasi jangka panjang untuk kesehatan daerah,” tegas Yusup.(adv/dprdpenajam)

SendShare32
Next Post

PPU Klaim Bebas Kemiskinan Ekstrem, DPRD: Tantangan Selanjutnya Adalah Mengurangi Ketimpangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.9k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.