Lingkaranberita.com, Penajam – Program “Gratispol” yang baru saja diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menarik perhatian publik, namun di balik euforia tersebut, muncul dorongan agar janji kampanye itu benar-benar diwujudkan dalam bentuk aksi nyata. Hal itu disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Bijak Ilhamdani, dalam pernyataannya pada Senin (23/4/2025).
Bijak menyambut baik inisiatif tersebut, namun ia menegaskan bahwa ekspektasi masyarakat harus dijawab dengan implementasi yang konkret.
“Gratispol memang terdengar menarik—gratis dan populis. Tapi jangan sampai hanya berhenti sebagai jargon kampanye,” katanya saat ditemui di Kantor DPRD PPU.
Menurut Bijak, antusiasme warga terhadap program ini cukup tinggi karena dikaitkan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, keberhasilan program ini akan menjadi tolak ukur kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah provinsi yang baru.
Ia pun mengingatkan bahwa masyarakat sudah semakin kritis dalam menilai janji politik. “Mereka tidak lagi hanya menunggu peluncuran yang meriah. Yang ditunggu adalah dampaknya di kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Bijak berharap Pemprov Kaltim memastikan semua elemen pemerintah daerah terlibat aktif dalam menyukseskan program ini, termasuk DPRD di tingkat kabupaten.
“Ini peluang emas bagi pemerintah untuk membuktikan bahwa janji kampanye bisa jadi kebijakan nyata. Kalau tidak, justru bisa berbalik jadi bumerang,” pungkasnya.
Program “Gratispol”, yang disebut-sebut akan memberikan layanan gratis di sektor tertentu, kini tengah memasuki tahap awal pelaksanaan. Masyarakat berharap program ini mampu menghadirkan solusi konkret atas persoalan mendasar yang mereka hadapi sehari-hari.(adv/DPRD PPU)