lingkaranberita.com, PENAJAM PASER UTARA – Geliat pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), membawa harapan baru sekaligus tantangan besar bagi pelestarian budaya lokal, khususnya bahasa Paser yang merupakan bahasa ibu masyarakat Benuo Taka.
Sekretaris Komisi II DPRD PPU, Jamaluddin, menegaskan pentingnya menjaga eksistensi bahasa daerah agar tidak terkikis oleh kemajuan zaman dan arus pendatang yang datang seiring dengan pengembangan IKN.
“Kalau kita sudah mulai tertinggal, setidaknya mari kita dorong generasi muda untuk mengenal dan mencintai bahasa ibu mereka sendiri,” ujar Jamaluddin, Senin (21/4/2025).
Bahasa daerah, menurutnya, adalah warisan identitas dan kekayaan budaya yang tak ternilai. Namun, minimnya penutur aktif dan rasa enggan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari membuat keberadaannya kian terancam.
“Jangan sampai bahasa ibu hanya tinggal kenangan. Ini bagian dari jati diri kita,” tegasnya.
Sebagai langkah pelestarian, bahasa Paser kini telah diajarkan di sekolah dasar melalui pelajaran Muatan Lokal (Mulok). Pemerintah daerah juga telah menguatkan komitmen ini lewat Perda No. 2 Tahun 2017 tentang Pelestarian dan Perlindungan Adat Paser.
Dengan adanya IKN, Jamaluddin menyadari akan terjadi perubahan sosial, termasuk dalam cara masyarakat berbahasa. Namun ia tetap optimistis bahwa bahasa Paser akan tetap hidup jika semua pihak turut aktif menjaganya.
“Akan ada pergeseran, itu pasti. Tapi dengan usaha bersama, saya yakin bahasa Paser tetap akan melekat di hati masyarakat,” tutupnya.(adv/DPRD PPU)