• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Sekolah Rakyat Akan Hadir di PPU, DPRD Soroti Konsep dan Kurikulum

21/04/2025
in DPRD PENAJAM
0

Ketua Komisi II DPRD PPU, Thohiron.(ist)

535
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

lingkaranberita com, PENAJAM PASER UTARA – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, memicu banyak pertanyaan dari kalangan legislatif. Ketua Komisi II DPRD PPU, Thohiron, mengapresiasi langkah tersebut, namun meminta kejelasan lebih lanjut terkait konsep pendidikan dan regulasi kelembagaannya.

Related Posts

Raup Kuatkan Petugas Paskibraka yang Lolos Tingkat PPU dan Kaltim

Pucuk Tertinggi Dandim PPU Berganti, Raup Muin Ajak Sinergi

Perjelas Kartu Penajam Cerdas

Sekolah Swasta Digratiskan, DPRD Minta Data Lebih Dulu Dirapikan

“Informasi yang kami terima, Sekolah Rakyat akan dibangun di atas lahan sekitar 6-7 hektare. Lokasinya paling memungkinkan memang di Lawe-Lawe, karena itu lahan potensial milik pemerintah,” ujarnya, Senin (21/4/2025).

Namun, Thohiron mengaku masih belum mendapat gambaran utuh mengenai sistem dan model pembelajaran yang akan diterapkan di sekolah tersebut. Pasalnya, berbeda dari sekolah formal pada umumnya, pembangunan SR ini berada di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos), bukan Kementerian Pendidikan.

“Kami masih belum tahu bentuk pengelolaannya. Ini kan program nasional dari Presiden Prabowo, tapi karena jalurnya bukan lewat Dinas Pendidikan, wajar jika muncul tanda tanya,” tegasnya.

Pertanyaan besar lainnya adalah tentang struktur jenjang pendidikan yang akan diterapkan. Apakah Sekolah Rakyat akan mencakup semua tingkatan dari TK hingga perguruan tinggi dalam satu atap, atau memiliki format tersendiri.

“Kami di DPRD ingin tahu, apakah kurikulumnya mengikuti Dinas Pendidikan atau ada sistem baru yang berbeda. Karena ini menyangkut masa depan pendidikan anak-anak di daerah,” tambah Thohiron.

Ia menekankan pentingnya transparansi dan koordinasi antarinstansi agar keberadaan Sekolah Rakyat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan bukan sekadar proyek simbolik.

“Kami berharap ada dialog terbuka. Jika memang ini program unggulan nasional, daerah harus dilibatkan sejak awal agar bisa menyesuaikan kebijakan dan mendukung secara maksimal,” pungkasnya.(adv/dprdpenajam)

SendShare32
Next Post

PPU Siap Tingkatkan Akses Air Bersih Jadi 70 Persen Hingga 2030

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.9k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.