Lingkaranberita.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah melakukan evaluasi terhadap pengelolaan destinasi wisata pantai, menyusul lonjakan signifikan jumlah pengunjung pasca-perayaan Idulfitri 1446 Hijriah. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Andi Israwati Latief, menyatakan bahwa evaluasi ini penting untuk memastikan pengelolaan yang lebih baik di masa mendatang.
Selama libur Lebaran, objek wisata unggulan seperti Pantai Tanjung Jumlai dan Pantai Nipah-Nipah di Kecamatan Penajam menjadi magnet utama wisatawan lokal dan luar daerah. Antrean panjang kendaraan terjadi, mengakibatkan kemacetan lalu lintas yang cukup parah, terutama pada hari kedua Lebaran.
Untuk mengatasi kepadatan kendaraan, personel dari Kepolisian Resor PPU, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas. Setelah melewati titik belokan menuju kawasan pantai, arus kendaraan berangsur normal seiring dengan terurainya kemacetan.
Pantai Tanjung Jumlai menawarkan panorama alam yang memesona dengan deburan ombak dan hamparan pasir putih, menjadikannya tempat favorit bagi masyarakat untuk berkumpul dan menikmati suasana pantai. Sementara itu, Pantai Nipah-Nipah juga tidak kalah menarik, menyuguhkan pemandangan Kota Balikpapan yang terlihat indah di seberang lautan.
Lonjakan pengunjung ini memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima di sekitar kawasan wisata. Beragam produk makanan, minuman, dan suvenir laris manis dibeli pengunjung, menghidupkan ekonomi lokal selama masa libur panjang.
Namun demikian, Disbudpar PPU juga menerima berbagai keluhan terkait fasilitas pendukung, terutama persoalan parkir kendaraan yang semrawut dan tidak tertata dengan baik. Sebagai langkah awal, Disbudpar PPU akan berkoordinasi dengan Dishub, Satpol PP, serta pemerintah kecamatan untuk melakukan penataan ulang manajemen lalu lintas dan area parkir di objek wisata, khususnya saat masa kunjungan tinggi seperti hari raya.
Lebih lanjut, Andi Israwati Latief menegaskan bahwa pihaknya tengah menyusun rencana pengembangan wisata berkelanjutan yang mempertimbangkan daya dukung lingkungan dan kapasitas infrastruktur. “Kami ingin ke depan Pantai Tanjung Jumlai dan Pantai Nipah-Nipah tidak hanya menjadi destinasi musiman, tetapi bisa berkembang menjadi kawasan wisata unggulan yang ramah lingkungan dan nyaman bagi semua kalangan,” tutupnya.
Langkah evaluasi dan pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata pantai di PPU, serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung di masa mendatang.(adv/kominfoppu)