Lingkaranberita.com, Penajam – Setelah perayaan Idulfitri 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mempercepat langkah pengembangan sektor pariwisata dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisata daerah sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas lokal.
Revitalisasi Ekowisata Mangrove Kampung Baru
Salah satu destinasi prioritas dalam program pengembangan Disbudpar PPU adalah Ekowisata Mangrove Kampung Baru. Lokasi ini telah mengalami revitalisasi signifikan pada akhir 2024 melalui pembangunan jembatan wisata sepanjang 400 meter. Jembatan tersebut kini menjadi ikon baru yang memungkinkan pengunjung menikmati keindahan hutan mangrove secara langsung dengan berjalan kaki di atas lintasan kayu. Proyek revitalisasi ini menghabiskan anggaran sekitar Rp2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Disbudpar PPU.
Desa Wisata Nipah-Nipah Masuk 50 Besar ADWI 2024
Desa Wisata Kelurahan Nipah-Nipah juga menjadi sorotan. Desa ini sukses menembus 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024, sebuah pencapaian yang menunjukkan kesiapan dan daya tariknya dalam menyambut wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Disbudpar berencana meningkatkan fasilitas dan promosi untuk mendorong pertumbuhan desa ini sebagai model desa wisata berbasis komunitas dan budaya.
Dukungan untuk UMKM Melalui Event Kolaboratif
Selain sektor destinasi, Disbudpar PPU juga aktif menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM lokal. Salah satu event yang mencuri perhatian adalah Ramadan Fest 2025 yang digelar pada Maret lalu. Acara ini sukses menyedot perhatian masyarakat dengan rata-rata kunjungan sekitar 1.600 orang per hari dan total transaksi mencapai Rp130 juta per hari.
Keberhasilan Ramadan Fest menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor sangat efektif dalam menggerakkan roda ekonomi lokal. Disbudpar berencana memperpanjang durasi penyelenggaraan event serupa di masa mendatang dan melibatkan lebih banyak stakeholder, termasuk sektor swasta.
Gali Potensi Wisata Sejarah dan Budaya
Dalam rangka memperkaya portofolio wisata daerah, Disbudpar PPU juga menginisiasi pembenahan situs-situs bersejarah yang memiliki nilai edukatif dan patriotik. Di antara lokasi yang sedang digarap adalah kompleks makam pahlawan di Tepian Dalam, Muara Sesulu, serta situs meriam peninggalan Jepang di Kelurahan Gunung Steleng. Kedua lokasi ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah sekaligus media pembelajaran bagi generasi muda.
Optimisme Pertumbuhan Sektor Pariwisata
Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Disbudpar PPU optimistis bahwa sektor pariwisata akan menjadi motor penggerak utama perekonomian daerah. Kombinasi antara pengembangan destinasi, pemberdayaan UMKM, dan pelestarian nilai sejarah dan budaya diyakini mampu memperkuat identitas PPU di kancah pariwisata nasional.
“Kami ingin PPU tidak hanya dikenal sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN), tetapi juga sebagai wilayah dengan kekayaan alam, budaya, dan masyarakat yang siap menyambut masa depan dengan semangat kolaborasi,” tutup Andi Israwati.
Melalui pendekatan holistik dan berkelanjutan ini, Kabupaten Penajam Paser Utara menatap masa depan sektor pariwisatanya dengan penuh optimisme dan tekad untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah. (Adv/kominfoppu)