Penajam – Lingkaranberita.com — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen sosial dan ekonomi yang strategis. Melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) PPU, sebanyak 580 mustahik menerima penyaluran zakat fitrah dan zakat mal sebagai bagian dari upaya nyata mendukung pemulihan kesejahteraan masyarakat, Senin (24/3/2025).
Penyaluran secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin di Kantor Baznas PPU, Masjid Al-Ikhlas, Nipah-Nipah. Kegiatan ini bukan hanya aksi rutin menjelang Idulfitri, tetapi dipandang sebagai pijakan awal bagi strategi jangka panjang: menggeser bantuan konsumtif menuju pemberdayaan produktif berbasis zakat.
“Zakat jangan hanya dilihat sebagai kewajiban ritual, tapi sebagai kekuatan transformasi. Ia membersihkan harta, sekaligus membangun harapan. Maka penting bagi kita memastikan zakat ini menyentuh yang benar-benar membutuhkan, dan juga membantu mereka bangkit secara ekonomi,” ujar Abdul Waris.
Dengan mengangkat tema keadilan sosial, ia mengajak masyarakat dan para muzakki untuk melihat zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi jangka panjang. “Kita perlu mendorong zakat tidak berhenti di konsumsi, tapi menjadi benih usaha bagi para penerima,” lanjutnya.
Ketua Baznas PPU, Tahmid, menegaskan bahwa lembaga yang ia pimpin terus berbenah dalam manajemen dan penyaluran zakat. “Kami menyusun program yang tidak hanya menyalurkan, tetapi juga melatih, membimbing, dan mendampingi mustahik agar ke depan bisa bertransformasi menjadi muzakki,” jelasnya.
Program-program ke depan, lanjut Tahmid, akan menyasar penguatan ekonomi lokal seperti pelatihan UMKM, pengadaan alat usaha mikro, hingga pengelolaan zakat berbasis kawasan desa. Transparansi dan akuntabilitas juga menjadi fondasi utama dalam menumbuhkan kepercayaan publik terhadap Baznas.
Dalam acara tersebut, turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Nicko Herlambang serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat. Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa zakat bukan hanya amal individu, tapi bagian dari kebijakan sosial yang terstruktur dan bermakna.
Pemkab PPU dan Baznas berharap, dengan tata kelola yang baik, zakat bisa menjadi ujung tombak pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat secara inklusif dan berkelanjutan.(adv/kominfoppu)