Penajam – Lingkaranberita.com — Menjelang libur Idulfitri 1446 H, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memanfaatkan momentum Ramadan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU menargetkan peningkatan aktivitas wisata tidak hanya untuk menarik kunjungan, tetapi juga untuk menggairahkan UMKM yang bergantung pada pergerakan wisatawan.
Kepala Disbudpar PPU, Andi Israwati Latief, menegaskan bahwa pemulihan ekonomi pasca-pandemi perlu ditopang oleh sektor yang bersifat inklusif dan berdampak langsung pada masyarakat. Pariwisata, menurutnya, menjadi sektor kunci karena menyentuh banyak lapisan, dari transportasi hingga kuliner.
“Setiap wisatawan yang datang adalah potensi perputaran uang di warung, penginapan, pedagang kaki lima, hingga sektor informal lainnya. Maka Ramadan ini, selain menyiapkan destinasi, kami aktif mendorong aktivitas wisata yang beririsan dengan ekonomi rakyat,” jelas Andi.
Ruang Publik Jadi Pusat Aktivitas
Berbagai titik strategis seperti Alun-Alun PPU, Pantai Sipakario, dan Kawasan Mangrove Kampung Baru mulai disiapkan sebagai ruang interaksi publik selama Ramadan dan Idulfitri. Selain sebagai tempat rekreasi, lokasi-lokasi ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi mikro.
Pantai Tanjung Jumlai dan Pulau Gusung yang mulai populer, misalnya, kini tak hanya menjadi destinasi alam, tetapi juga menjadi lokasi kuliner musiman dan pasar UMKM jelang lebaran. “Ini cara kita memadukan hiburan, keindahan alam, dan perputaran ekonomi lokal,” tambahnya.
Kolaborasi dengan Swasta dan Komunitas
Disbudpar juga tengah memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dan komunitas pemuda dalam mengelola spot wisata berbasis masyarakat. Pengembangan ekowisata seperti kawasan mangrove dan penangkaran rusa dilakukan dengan pendekatan komunitas agar masyarakat menjadi pelaku langsung pengelolaan wisata.
“Ketika masyarakat jadi pemilik sekaligus pengelola wisata, nilai tambahnya berlipat: ekonomi jalan, budaya terjaga, dan lingkungan lestari,” tegas Andi.
Optimisme Menjelang Lebaran
Kunjungan wisata selama Ramadan dan Idulfitri diprediksi meningkat, mengingat mulai membaiknya infrastruktur jalan menuju lokasi-lokasi wisata utama. Selain itu, meningkatnya acara keluarga dan komunitas di tempat terbuka ikut mendorong okupansi tempat wisata.
Pemerintah berharap, melalui pendekatan berbasis masyarakat dan kemitraan lintas sektor, sektor pariwisata PPU dapat tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan. Andi menutup dengan ajakan kepada warga untuk ikut menjaga kebersihan dan keamanan tempat wisata.
“Pariwisata bukan hanya urusan pemerintah, ini milik kita bersama. Semakin kita jaga dan rawat, semakin besar manfaatnya bagi ekonomi lokal,” tutupnya.(adv/kominfoppu)