Lingkaranberita.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) PPU, Hadi Saputro, mengungkapkan bahwa meski ada tren positif dalam pemasukan dari sektor ini pada tahun 2025, masih banyak tantangan yang perlu diatasi agar potensi pariwisata dapat dimaksimalkan.
Realisasi Pemasukan Sektor Pariwisata 2025
Pada triwulan pertama 2025, Hadi Saputro melaporkan bahwa pajak hotel dan restoran mengalami kenaikan seiring dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke PPU. Namun, ia juga mengakui bahwa kontribusi sektor pariwisata terhadap total PAD PPU masih belum mencapai potensi maksimalnya. “Kami terus berusaha mengoptimalkan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pendapatan utama daerah,” ujar Hadi.
Tantangan dalam Pengoptimalan Pendapatan Pariwisata
Bapenda PPU mengidentifikasi sejumlah tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan sektor pariwisata, antara lain:
- Kepatuhan Wajib Pajak: Banyak pelaku usaha yang belum sepenuhnya patuh dalam pelaporan dan pembayaran pajak, sehingga potensi penerimaan daerah belum tergali secara optimal.
- Infrastruktur Wisata yang Terbatas: Beberapa destinasi wisata di PPU membutuhkan perbaikan dan pengembangan infrastruktur untuk meningkatkan daya tarik dan kenyamanan pengunjung.
- Keterbatasan Promosi: Upaya promosi yang masih terbatas menyebabkan potensi wisata daerah belum dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
- Fluktuasi Kunjungan Wisatawan: Jumlah kunjungan wisatawan yang tidak stabil, terutama pada musim-musim tertentu, mempengaruhi kestabilan penerimaan pajak dan retribusi.
Strategi untuk Meningkatkan Pendapatan Pariwisata
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Bapenda PPU telah merumuskan beberapa strategi sebagai berikut:
- Digitalisasi Sistem Pembayaran Pajak: Mengimplementasikan teknologi digital dalam pembayaran pajak dan retribusi untuk mempermudah administrasi, meningkatkan transparansi, serta mengurangi potensi kebocoran pendapatan.
- Kolaborasi Antar OPD: Meningkatkan kerja sama dengan Dinas Pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Perhubungan untuk mengembangkan infrastruktur dan meningkatkan promosi destinasi wisata.
- Peningkatan Infrastruktur Wisata: Melakukan perbaikan fasilitas dan akses menuju destinasi wisata utama untuk menarik lebih banyak pengunjung.
- Promosi dan Branding Pariwisata: Meningkatkan kampanye promosi melalui platform digital, media sosial, dan event pariwisata berskala nasional untuk memperkuat citra PPU sebagai destinasi wisata unggulan.
- Mendorong Investasi Swasta: Membuka peluang investasi bagi sektor swasta, terutama dalam pengembangan fasilitas pariwisata seperti hotel, resort, dan restoran, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan implementasi strategi-strategi ini, pemerintah PPU menargetkan peningkatan signifikan dalam kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD dalam lima tahun ke depan. Hadi Saputro optimistis bahwa langkah-langkah ini tidak hanya akan memperkuat keuangan daerah tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
“Pariwisata memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergali. Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari semua pihak, kami yakin PPU dapat menjadi destinasi wisata yang kompetitif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkas Hadi Saputro.(adv/kominfoppu)