• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Etika Kerja Jadi Fokus Baru Pemerintah PPU, Menggeser Birokrasi dari Rutinitas ke Pelayanan yang Berempati

19/03/2025
in PENAJAM
0

Wakil Bupati PPU, Waris Muin. (Ist)

557
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menggeser paradigma pelayanan publik dari sekadar rutinitas administratif menjadi pendekatan yang lebih etis, profesional, dan berorientasi pada empati warga. Dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Kecamatan, Desa, dan Kelurahan, Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin menekankan bahwa nilai-nilai etika kerja seperti ketepatan waktu, tanggung jawab, dan konsistensi menjadi modal utama dalam menciptakan pemerintahan yang dapat dipercaya.

Related Posts

Zakat Fitrah di Penajam 2026 Ikut Disesuaikan

Dorong Adaptasi Daerah Hadapi IKN, PPU Lakukan Evaluasi Menyeluruh untuk Pimpinan Tinggi Pratama

Disdikpora Terapkan Skema “Cadangan Kepemimpinan” untuk Stabilkan Manajemen Pendidikan PPU

Waris Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Pokdarwis

Abdul Waris menyatakan bahwa saat ini masyarakat tidak lagi menuntut kehadiran pemerintah hanya secara formal, tetapi mengharapkan pelayanan yang tanggap, cepat, dan berempati. “Kita harus mulai melihat kedisiplinan bukan sekadar soal hadir pukul tujuh pagi, tapi bagaimana kita menghargai waktu dan kebutuhan warga sebagai bentuk integritas,” ujarnya di hadapan para camat, kepala desa, dan lurah.

Etos Kerja: Fondasi Pemerintahan yang Peduli

Menurut Wakil Bupati, tantangan pelayanan publik saat ini tidak hanya terletak pada sistem, tetapi pada budaya kerja aparatur negara itu sendiri. Ia menyoroti bahwa perilaku lamban, birokratis, dan tidak konsisten telah lama menciptakan jarak antara pemerintah dan masyarakat.

“Pemerintah yang telat memberi layanan sama dengan menunda solusi bagi warga. Kita perlu mempercepat langkah, bukan hanya mengejar target, tapi juga menjaga kepercayaan,” tambahnya.

Dari Teguran hingga Transformasi Budaya Kerja

Pemerintah Kabupaten PPU, kata Waris, tengah menyusun pendekatan yang lebih terstruktur dalam memperkuat profesionalisme aparatur sipil negara (ASN), termasuk:

  1. Reformulasi Penilaian Kinerja
    Tidak hanya menilai kehadiran, tetapi juga kecepatan, kualitas respons, dan kepedulian terhadap masalah warga.
  2. Penghargaan Berbasis Perilaku Positif
    Pegawai yang menunjukkan etika kerja dan pelayanan empatik akan diangkat sebagai teladan dan diberikan penghargaan.
  3. Integrasi Teknologi Pemantauan Kinerja
    Absensi digital dikembangkan menjadi sistem pelaporan aktivitas harian yang memotret produktivitas riil, bukan hanya kehadiran fisik.
  4. Forum Refleksi Etika ASN
    Tiap bulan akan digelar forum internal di setiap kecamatan untuk merefleksikan nilai-nilai pelayanan publik dan membangun kesadaran kolektif.

Membangun Pelayanan yang Manusiawi

Waris menekankan bahwa ke depan, fokus birokrasi PPU adalah membangun “pelayanan yang manusiawi”. Ini berarti warga tidak sekadar menerima surat atau dokumen, tetapi juga merasa dihormati, didengar, dan dilayani dengan tulus.

“Kalau warga datang ke kantor desa, lalu kita masih sarapan, ngobrol, atau cuek, berarti kita gagal memahami makna pelayanan. Kita harus mulai dari hal kecil – menjawab salam, tersenyum, dan menyambut mereka tepat waktu,” tegasnya.

Harapan pada Generasi ASN Baru

Ia juga menyampaikan harapan agar generasi ASN muda di PPU dapat membawa semangat perubahan dan menjadi motor penggerak birokrasi modern yang bukan hanya digital, tapi juga bermoral.

“Kedisiplinan itu bukan tekanan, tapi tanggung jawab yang kita pikul sebagai pelayan rakyat. Mari mulai dari sikap, bukan hanya sistem,” tutup Waris.

Dengan transformasi etika kerja sebagai pusat perhatian, Pemerintah PPU berharap dapat membangun pelayanan publik yang tidak hanya efisien, tapi juga membumi dan berakar pada nilai kemanusiaan.(adv/kominfoppu)

SendShare34
Next Post

Desa dan Kelurahan Didorong Jadi Motor Inovasi Pemerintahan PPU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.9k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.