• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Desa dan Kelurahan Didorong Jadi Motor Inovasi Pemerintahan PPU

19/03/2025
in PENAJAM
0

Bupati Mudyat Noor ketika memberikan arahan kepada pegawai di lingkungan Pemkab PPU. (Ist)

550
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini mengambil pendekatan baru dalam strategi pembangunan daerah dengan memperkuat peran pemerintah tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan sebagai pusat inisiatif dan inovasi. Dalam forum koordinasi tahunan yang digelar di Aula Kantor Bupati, Bupati Mudyat Noor menegaskan bahwa transformasi birokrasi tidak akan berhasil jika desa dan kelurahan hanya berfungsi sebagai pelaksana kebijakan, bukan sebagai penggerak ide dan solusi.

Related Posts

Zakat Fitrah di Penajam 2026 Ikut Disesuaikan

Dorong Adaptasi Daerah Hadapi IKN, PPU Lakukan Evaluasi Menyeluruh untuk Pimpinan Tinggi Pratama

Disdikpora Terapkan Skema “Cadangan Kepemimpinan” untuk Stabilkan Manajemen Pendidikan PPU

Waris Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Pokdarwis

Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh unsur pimpinan daerah hingga tingkat terbawah, dengan fokus pada bagaimana mengubah pola pikir pemerintahan lokal dari sekadar “melaksanakan” menjadi “menginisiasi” pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.

Desentralisasi Gagasan: Pemerintahan Lokal sebagai Pusat Solusi

“Pembangunan tidak bisa lagi berangkat dari satu arah. Kita perlu dengar, serap, dan akomodasi gagasan dari desa. Karena di situlah persoalan nyata terjadi,” ujar Mudyat dalam sambutannya. Ia menyebut desa dan kelurahan bukan sekadar ‘pengguna anggaran’, melainkan ‘penghasil solusi’.

Menurutnya, pemimpin lokal harus berani mengambil posisi sebagai inovator, bukan hanya pelapor. “Kalau hanya menunggu petunjuk, kita akan kalah cepat dari tantangan di lapangan,” tambahnya.

Empat Arah Gerakan Transformasi Pemerintahan Lokal

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan empat inisiatif utama sebagai panduan pembaruan birokrasi dari tingkat desa:

  1. Percepatan Digitalisasi Pelayanan Publik Lokal
    Pengembangan sistem pelayanan berbasis digital di desa dan kelurahan akan menjadi prioritas untuk memangkas birokrasi dan mempermudah akses warga.
  2. Model Kolaboratif dalam Penganggaran dan Program Sosial
    Pengelolaan dana desa akan diarahkan pada pendekatan kolaboratif dengan melibatkan komunitas, BPD, dan pelaku usaha lokal agar anggaran digunakan tepat guna dan berdaya guna.
  3. Forum Aspirasi dan Evaluasi Terbuka
    Setiap desa diwajibkan membuat forum bulanan terbuka bersama warga sebagai wadah menyampaikan aspirasi dan mengevaluasi kinerja kepala desa secara langsung.
  4. Kepemimpinan Adaptif di Wilayah Pinggiran
    Fokus akan diberikan pada peningkatan kapasitas pemimpin wilayah perbatasan dan terpencil agar memiliki akses dan pengetahuan yang sama dalam menyusun strategi pembangunan lokal.

Transparansi Dana: Bukan Sekadar Laporan, Tapi Tanggung Jawab Moral

Salah satu titik krusial dalam forum ini adalah pengelolaan dana desa yang selama ini masih menjadi sorotan. Bupati menekankan bahwa tanggung jawab moral atas dana publik harus lebih ditanamkan, bukan hanya pada laporan administratif.

“Kita tidak ingin dana habis, tapi masyarakat tetap miskin. Transparansi itu bukan soal takut diperiksa, tapi tentang menjaga kepercayaan rakyat,” ujar Mudyat.

Menuju Kepemimpinan Partisipatif

Bupati menutup forum dengan ajakan untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih partisipatif, terbuka, dan reflektif. “Bupati, camat, lurah – semua punya peran yang sama penting. Tapi yang tahu kebutuhan warga secara langsung adalah kalian di bawah. Maka jangan diam. Jadilah pemimpin yang bicara, bertindak, dan bertanggung jawab.”

Dengan arah kebijakan baru ini, Pemerintah Kabupaten PPU berharap terbangun ekosistem pemerintahan lokal yang lebih tangkas, adaptif, dan inklusif, serta mampu mewujudkan pembangunan daerah yang bukan hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga maju dalam cara berpikir dan melayani masyarakat.(adv/kominfoppu)

SendShare33
Next Post

FIA Unisma Dorong Internasionalisasi Mahasiswa lewat Peluncuran NU Science Taiwan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.9k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.