Lingkaranberita.com, Penajam – DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menempuh langkah efisiensi anggaran sebagai upaya menjaga agar program-program pembangunan yang menyentuh langsung kepentingan publik tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan fiskal.
Ketua DPRD PPU, Rauf Muin, menyatakan bahwa efisiensi bukan sekadar pemotongan belanja, melainkan penataan ulang anggaran agar lebih tepat sasaran dan tidak membebani keuangan daerah.
“Efisiensi ini bukan berarti memangkas program, tapi memastikan setiap rupiah digunakan secara efektif demi kepentingan masyarakat,” kata Rauf usai rapat kerja bersama perangkat daerah, Selasa (19/3/2025).
Salah satu sektor yang menjadi sorotan dalam efisiensi kali ini adalah pengelolaan pasokan gas yang sering menjadi keluhan masyarakat akibat kelangkaan dan harga yang tidak stabil. Menurut Rauf, penyesuaian anggaran diarahkan untuk memperkuat distribusi sektor-sektor vital seperti ini.
“Kami ingin memastikan program yang berdampak langsung pada masyarakat, seperti penyediaan gas, tetap menjadi prioritas dan tidak terganggu,” jelasnya.
Rauf menegaskan bahwa kebijakan efisiensi tersebut dijalankan sesuai dengan pedoman dari pemerintah pusat, dan tidak akan menyimpang dari visi-misi kepala daerah yang telah disusun dalam rencana pembangunan jangka menengah.
“Sinkronisasi dan efisiensi tetap dalam kerangka regulasi nasional, dan dijalankan agar target pembangunan tetap tercapai,” tegasnya.
DPRD PPU berharap kebijakan ini menjadi instrumen untuk menjaga stabilitas fiskal daerah sekaligus menjamin bahwa pelayanan publik dan program prioritas masyarakat tidak dikorbankan oleh ketidaktepatan pengelolaan anggaran.(adv/DPRD PPU)