Lingkaranberita.com, SANGATTA – Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dalam sebuah audiensi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Kutai Timur (Kutim), mengungkapkan rencana Pemkab Kutim untuk memperpanjang landasan pacu Bandara Tanjung Bara PT Kaltim Prima Coal (KPC), sebagai langkah untuk meningkatkan konektivitas udara di daerah tersebut.
Ardiansyah menyatakan komitmennya untuk menanggapi aspirasi masyarakat Kutim dengan memperluas fasilitas Bandara Tanjung Bara, sebagai alternatif bagi Bandara Sangkima yang mengalami kendala aset lahan.
“Dalam rangka memenuhi kebutuhan penerbangan di Kutim, kami akan terus mendorong pembangunan Bandara Tanjung Bara. Kami optimis bahwa dengan dukungan semua pihak, proyek ini dapat direalisasikan dalam waktu yang sesingkat mungkin,” ujar Bupati.
Ditambahkan oleh Ardiansyah, proyek perpanjangan landasan pacu ini diharapkan dapat memungkinkan pesawat kelas Twin Otter dengan kapasitas hingga 50 penumpang untuk mendarat di Bandara Tanjung Bara.
“Kami berharap bahwa dengan adanya bandara yang lebih besar dan modern, aksesibilitas udara ke Kutim akan semakin meningkat, mendukung pertumbuhan ekonomi dan memudahkan mobilitas masyarakat serta pelaku usaha,” tambahnya.
Dalam upaya memfasilitasi proyek ini, Pemkab Kutim akan mengalokasikan dana melalui APBD Perubahan, dengan harapan dapat mempercepat proses pembangunan.
Meski demikian, Ardiansyah juga menekankan pentingnya pembangunan bandara komersil lainnya di Kutim, dengan mengusulkan lokasi yang potensial di Kecamatan Bengalon.
“Dalam menghadirkan infrastruktur udara yang memadai, kami mengajak pihak swasta untuk berperan aktif. Kami yakin bahwa dengan kerja sama yang baik, Kutim akan segera memiliki bandara yang memenuhi standar internasional,” tutupnya. (adv/Kutim)