Lingkaranberita.com, SANGATTA – Terobosan dalam pengendalian inflasi mengalami momentum baru saat Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) aktif mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Kegiatan yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara virtual melalui platform Zoom pada Senin pagi tanggal 18 Maret 2024 tersebut menjadi sorotan utama.
Rakor yang digelar di Ruang Tempudau Kantor Bupati Kutim ini turut dihadiri oleh berbagai instansi terkait, mulai dari pemerintah daerah hingga elemen TNI, Polri, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Menyikapi tantangan inflasi yang semakin kompleks, Mendagri Tito Karnavian menegaskan perlunya perhatian serius dari seluruh pihak. Ia menggarisbawahi pentingnya menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga komoditas.
Asisten Administrasi Umum Setkab Kutim, Sudirman Latif, mengungkapkan bahwa meskipun angka inflasi di Kalimantan Timur mencapai 3,28 persen, Kutai Timur masih berhasil menjaga stabilitasnya. Langkah-langkah preventif, seperti operasi pasar dan pasar murah, telah dijalankan untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pada kesempatan yang sama, Mendagri Karnavian juga membahas pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 PNS. Kedua tunjangan tersebut diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang berat akibat pandemi dan dinamika harga menjelang bulan suci Ramadan.
Dalam menghadapi tantangan ini, Pemkab Kutim melalui berbagai perangkat daerah telah menyiapkan sejumlah program operasi pasar dan pasar murah. Langkah proaktif ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan ketersediaan bahan pokok yang cukup bagi seluruh masyarakat menjelang momen berharga tersebut.
Dengan demikian, upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, lembaga terkait, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah. Langkah-langkah konkret dan keputusan strategis yang diambil diharapkan mampu memberikan solusi yang efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Kutai Timur. (adv/Kutim)