Lingkaranberita.com, PENAJAM – Dalam kegiatan Safari Ramadan di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun menyoroti kekurangan komunikasi dan sosialisasi terus-menerus terkait penataan wilayah Ibu Kota Negara (IKN) di Kabupaten PPU.
Marbun menyampaikan bahwa kehadiran IKN di wilayah tersebut bukanlah untuk menyengsarakan masyarakat, melainkan untuk mensejahterakan mereka. Namun, dampak positif dari pembangunan juga membawa tantangan, termasuk isu penggusuran pemukiman warga oleh pihak Otorita IKN.
“Mungkin persoalan ini hanya karena masih kurang komunikasi. Saya selaku kepala daerah akan mengomunikasikan persoalan ini kepada pihak terkait karena ini tanggung jawab saya,” ujarnya.
Marbun menekankan pentingnya sosialisasi yang berkelanjutan agar warga memahami peran Otorita IKN dalam penataan wilayah. Dia juga menyoroti perlunya tim yang tepat dan sosialisasi terus-menerus, serupa dengan yang dilakukan dalam pembangunan bandara VVIP.
Meski mengakui pentingnya penataan wilayah, Marbun menilai sosialisasi yang dilakukan masih belum maksimal. Dia berjanji untuk terus berkolaborasi dengan OIKN dan memastikan tidak ada masalah yang timbul dari surat penggusuran tersebut, serta melakukan sosialisasi terlebih dahulu.
Tidak hanya itu, Marbun juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir terhadap kebijakan tersebut. Dia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak bertujuan untuk membuat masyarakat menderita, terutama dalam masa transisi.
“Kehadiran IKN harus kita sambut gembira. Banyak daerah lain ingin IKN berada di wilayah mereka. Namun Kabupaten PPU sangat beruntung karena IKN berada di wilayahnya,” tutupnya.
Dalam kegiatan Safari Ramadan tersebut, Marbun bersama jajaran Forkopimda Kabupaten PPU juga menyerahkan secara simbolis sejumlah bingkisan kepada pengurus masjid dan masyarakat Kelurahan Pemaluan. (adv/kominfopenajam)