Bandar Seri Begawan,— (UNISMA) mempertegas arah internasionalisasinya dengan menjajaki kemitraan strategis bersama . Kesepahaman tersebut lahir dalam pertemuan yang digelar di dan kini memasuki tahap akhir sebelum penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Dalam agenda tersebut, delegasi UNISMA diterima oleh serta. Pertemuan berlangsung konstruktif dengan pembahasan arah kolaborasi hingga rancangan implementasi program ke depan.
Kerja sama ini mengangkat tema “Inclusive TVET for a Green and Digital Future”, yang menempatkan pendidikan vokasi sebagai pilar penting dalam menghadapi transformasi teknologi sekaligus tuntutan pembangunan berkelanjutan. Melalui inisiatif ini, UNISMA tidak hanya memperluas jejaring global, tetapi juga memperkuat koneksi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri masa depan.
Pendekatan yang diusung UNISMA menitikberatkan integrasi nilai keislaman dengan inovasi teknologi, khususnya dalam pengembangan dan etika kecerdasan buatan. Model ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan perspektif keberlanjutan.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Fokus utama kolaborasi mencakup penguatan Technical and Vocational Education and Training (TVET), pengembangan Artificial Intelligence (AI) dan Information and Communication Technology (ICT), serta peningkatan kapasitas dosen melalui program pelatihan, kursus singkat, hingga sertifikasi internasional yang melibatkan mitra regional Asia Tenggara.
Dalam implementasinya, Fakultas Teknik UNISMA diproyeksikan menjadi pusat unggulan pengembangan teknologi terapan, khususnya pada bidang sistem cerdas dan solusi digital berbasis kebutuhan industri.
Delegasi UNISMA yang hadir meliputi selaku Wakil Rektor I, sebagai Wakil Rektor III, serta Sonny Elfiyanto yang menangani bidang kolaborasi internasional. Kehadiran mereka menegaskan keseriusan institusi dalam membangun kampus berbasis inovasi dan kolaborasi global.
Pihak kampus menilai kerja sama ini sebagai bagian dari transformasi strategis. UNISMA menargetkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga turut berkontribusi dalam arah pengembangan AI yang etis dan berkelanjutan.
Dari sisi lain, kolaborasi ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional, memperkuat kompetensi digital, serta meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan ekonomi hijau.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Pada tahap awal, kedua institusi merancang sejumlah program seperti riset bersama di bidang AI terapan, mobilitas akademik lintas negara, hingga pengembangan inkubasi inovasi digital yang melibatkan dosen dan mahasiswa.
Langkah ini juga sejalan dengan agenda melalui target (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, inovasi teknologi, serta penguatan keterampilan ramah lingkungan.
Melalui pendekatan inclusive TVET, UNISMA menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi perubahan global.
Dari Malang, langkah besar itu kini mulai dirancang—bukan sekadar mengikuti arus global, melainkan ikut menentukan arah masa depan pendidikan tinggi.(usm/bro1)
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id