lingkaranberita.com, Malang, – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Malang (FMIPA Unisma) kembali memperkuat kualitas pembelajaran dengan menghadirkan perspektif dunia kerja ke dalam ruang akademik. Melalui kuliah umum daring yang digelar pada Minggu, 5 April 2026, mahasiswa diajak memahami secara langsung praktik pengendalian organisme pengganggu tumbuhan berbasis pendekatan hayati.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Kegiatan ini menghadirkan , alumni Program Studi Biologi FMIPA Unisma yang kini berkiprah sebagai Ahli Pertama Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) sekaligus Koordinator POPT di lingkungan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara. Kehadirannya menjadi jembatan penting antara teori di bangku kuliah dengan realitas di lapangan.
Mengusung tema pemanfaatan agen hayati dalam pengendalian OPT melalui program P4 (Pemberdayaan Petani dalam Pemasyarakatan Pengendalian Hama Terpadu), kuliah umum ini menyoroti urgensi pendekatan biologis dalam menjawab tantangan pertanian modern yang semakin kompleks.
Dalam pemaparannya, Tengku Anggun menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian hama tidak hanya ditentukan oleh hasil instan, tetapi juga oleh keberlanjutan ekosistem pertanian itu sendiri. Ia menjelaskan bahwa agen hayati memainkan peran krusial dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas produksi pertanian.
“Pendekatan di lapangan tidak bisa hanya berorientasi jangka pendek. Petani perlu memahami bahwa menjaga keseimbangan alam adalah kunci keberlanjutan, dan agen hayati menjadi bagian penting dalam proses tersebut,” ujarnya.
Ketua Program Studi Biologi, , dalam sambutannya menekankan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pengendalian hayati bukan sekadar materi akademik, melainkan solusi ilmiah yang akan semakin dibutuhkan di masa depan.
“Mahasiswa harus mampu melihat bahwa ilmu yang dipelajari memiliki dampak nyata. Pengendalian hayati adalah salah satu bentuk kontribusi sains dalam menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Diskusi berlangsung interaktif di bawah panduan Siti Nurriskiani yang berhasil mengarahkan dialog menjadi lebih aplikatif dan mudah dipahami. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga gambaran konkret mengenai implementasi ilmu biologi dalam dunia profesional.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Selain kiprahnya di dunia kerja, Tengku Anggun juga dikenal sebagai sosok alumni berprestasi dengan rekam jejak akademik dan sosial yang kuat sejak masa studi. Ia aktif dalam penelitian biopestisida organik, terlibat sebagai asisten dosen, serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Atas dedikasinya, ia pernah menerima penghargaan dalam momentum ke-145 sebagai Perempuan Berjasa dan Berprestasi di Bidang Lingkungan Hidup yang diberikan oleh OASE Kabinet Indonesia Maju bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Tak hanya itu, pada tahun 2025 ia juga meraih prestasi dalam ajang kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Lebih dari sekadar forum berbagi pengalaman, kuliah umum ini menjadi refleksi bahwa ilmu pengetahuan memiliki tanggung jawab sosial yang besar. Di tengah tantangan global terkait ketahanan pangan dan krisis lingkungan, mahasiswa didorong untuk memposisikan diri sebagai bagian dari solusi.
Ruang akademik yang mempertemukan teori, praktik, dan nilai kemanfaatan seperti ini diharapkan mampu melahirkan generasi ilmuwan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan di masa depan.(usm)
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id