• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Antisipasi Dampak IKN, Pemkab PPU Gandeng Badan Bank Tanah

07/07/2025
in PENAJAM
0

Momen Bupati Mudyat Noor berkunjung ke Badan Bank Tanah PPU.(ist)

533
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

lingkaranberita.com, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menunjukkan keseriusannya sebagai daerah penyangga utama Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Kali ini, langkah konkret diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan Badan Bank Tanah, untuk memastikan ketersediaan lahan dalam mendukung pembentukan kecamatan baru dan penyediaan fasilitas layanan dasar.

Related Posts

Zakat Fitrah di Penajam 2026 Ikut Disesuaikan

Dorong Adaptasi Daerah Hadapi IKN, PPU Lakukan Evaluasi Menyeluruh untuk Pimpinan Tinggi Pratama

Disdikpora Terapkan Skema “Cadangan Kepemimpinan” untuk Stabilkan Manajemen Pendidikan PPU

Waris Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Pokdarwis

Kolaborasi ini dibahas dalam pertemuan resmi antara Bupati PPU, Mudyat Noor, dan Kepala Badan Bank Tanah, Parman Nataatmadja, yang berlangsung di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (2/7/2025). Hadir mendampingi Bupati, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Nicko Herlambang, serta Kabag Pemerintahan, Muhtar.

Tanggapi Perubahan Wilayah, PPU Segera Bentuk Kecamatan Baru

Bupati Mudyat mengungkapkan, rencana pemekaran wilayah ini merupakan langkah antisipatif terhadap perubahan struktur administratif, khususnya pasca pengalihan Kecamatan Sepaku ke wilayah otorita IKN. Bila hal ini terjadi, PPU hanya akan memiliki tiga kecamatan aktif—jumlah yang tidak ideal bagi sebuah kabupaten.

“Kami harus menjawab tantangan ini dengan proaktif. Pembentukan kecamatan baru sangat mendesak agar struktur pemerintahan tetap berjalan optimal, serta pelayanan publik tetap dekat dengan masyarakat,” ujar Mudyat.

Untuk itu, Pemkab PPU resmi mengajukan permohonan lahan seluas 50 hektare kepada Badan Bank Tanah. Lahan ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur pemerintahan, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga ruang publik yang mendukung hadirnya kecamatan baru.

Satu Visi: Bank Tanah Dukung Pemerataan di Wilayah Penyangga IKN

Kepala Badan Bank Tanah, Parman Nataatmadja, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap PPU adalah bagian dari upaya strategis pemerintah pusat untuk menciptakan pemerataan pembangunan di sekitar IKN, bukan hanya di kawasan intinya.

“PPU adalah mitra strategis, bukan sekadar tetangga IKN. Kami sangat terbuka untuk bersinergi demi penyediaan lahan dan percepatan pembangunan di wilayah ini,” tegas Parman.

Ia menambahkan, usulan dari Pemkab PPU akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Kementerian PUPR dan Bappenas, agar selaras dengan rencana pembangunan nasional dan kebijakan tata ruang kawasan penyangga IKN.

RTRW dan RDTR Disesuaikan, Siap Menyongsong Perubahan Besar

Bupati Mudyat juga menekankan bahwa proses penyusunan RTRW dan RDTR PPU sedang berlangsung, dan akan diharmonisasikan dengan peta pembangunan IKN serta wilayah sekitarnya.

“Ini bukan hanya soal batas wilayah, tapi bagaimana PPU bisa tumbuh berdampingan dengan IKN secara berkelanjutan dan inklusif. Semua rencana harus terintegrasi dan adaptif,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya mempersiapkan layanan publik yang dekat dengan pusat pertumbuhan baru seperti Eco City yang menjadi bagian dari masterplan IKN, agar tidak menimbulkan ketimpangan akses bagi warga PPU.

Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan

Pertemuan ini menjadi bukti bahwa sinergi antarlembaga dan lintas wilayah adalah keniscayaan dalam menyongsong era baru pembangunan nasional. Dengan dukungan Badan Bank Tanah, PPU berharap menjadi contoh daerah yang tanggap, adaptif, dan siap tumbuh bersama IKN.

“Kami tidak ingin hanya jadi penonton di gerbang IKN. PPU harus jadi pemain utama dalam pembangunan kawasan timur Indonesia,” pungkas Bupati Mudyat Noor.(adv/kominfoppu)

SendShare32
Next Post

Khitan Massal Warnai HUT Bhayangkara Ke-79 di Desa Sesulu, Bupati PPU: Kolaborasi Sosial dan Kesehatan Harus Terus Dikuatkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
5k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.