• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Gali Strategi Jaga Lahan Pertanian dari Alih Fungsi, Wabup PPU Kunjungi Sleman

01/07/2025
in PENAJAM
0

Momen kunjungan Bupati PPU Waris Muin ke Sleman.(ist)

536
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

lingkaranberita.com, SLEMAN — Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa (1/7/2025), untuk mempelajari praktik terbaik dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian melalui skema Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Related Posts

Zakat Fitrah di Penajam 2026 Ikut Disesuaikan

Dorong Adaptasi Daerah Hadapi IKN, PPU Lakukan Evaluasi Menyeluruh untuk Pimpinan Tinggi Pratama

Disdikpora Terapkan Skema “Cadangan Kepemimpinan” untuk Stabilkan Manajemen Pendidikan PPU

Waris Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Pokdarwis

Kunjungan berlangsung di kawasan edukatif Jejamuran dan disambut langsung oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, bersama Plh. Kepala Dinas Pertanian Sleman, Rofiq Andriyanto, serta Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Pertaru), Agung Armawanta.

Dalam sambutannya, Waris menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat Pemerintah Kabupaten Sleman sekaligus apresiasi atas capaian Sleman dalam mengintegrasikan pembangunan dan perlindungan sektor pertanian.

“Kami melihat Sleman sebagai contoh nyata daerah yang berhasil menyeimbangkan pertumbuhan wilayah dengan pelestarian lahan pertanian. Terima kasih atas kesediaan berbagi ilmu dan pengalaman yang sangat berharga ini,” ujar Waris.

Belajar dari Sleman: Ketahanan Pertanian di Tengah Pembangunan

Kabupaten Sleman dikenal sebagai salah satu daerah yang progresif dalam menerapkan kebijakan perlindungan lahan pertanian. Dari total luas wilayah sekitar 57.482 hektare, sebanyak 15.915 hektare di antaranya merupakan lahan sawah, sementara 19.958 hektare adalah lahan pertanian non-sawah.

Sektor pertaniannya mencakup berbagai komoditas strategis, mulai dari tanaman pangan (padi, jagung, kedelai), hortikultura (salak, jambu dalhari, cabai, jamur), perkebunan (kopi, kelapa, tebu), hingga peternakan dan perikanan yang menyentuh berbagai segmen masyarakat.

Tak hanya itu, keberhasilan Sleman menjaga LP2B juga ditopang oleh regulasi daerah yang tegas, koordinasi lintas sektor, serta penguatan kelembagaan petani dan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pengawasan.

Tiru dan Sesuaikan, Demi PPU yang Tangguh Pangan

Waris menegaskan bahwa kunjungan ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar Pemkab PPU untuk merancang strategi lokal dalam menjaga ketahanan pangan dan mencegah alih fungsi lahan yang marak terjadi di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kami ingin membawa pulang praktik-praktik terbaik dari Sleman, dan menyesuaikannya dengan kondisi sosial, ekonomi, dan geografis PPU. Kita harus siapkan skema kebijakan yang kuat agar lahan pertanian di PPU tidak tergerus oleh pembangunan,” tegasnya.

Kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat jaringan kerja sama antar-daerah, khususnya dalam hal perencanaan tata ruang, reformasi agraria, dan pengembangan pertanian berbasis kearifan lokal.

Langkah Nyata Jaga Masa Depan Pangan

Pemkab PPU saat ini tengah memfinalisasi sejumlah kebijakan perlindungan lahan produktif, termasuk integrasi LP2B dalam dokumen perencanaan daerah, serta edukasi publik terhadap pentingnya ketahanan pangan berkelanjutan.

“Sleman telah menunjukkan bahwa pembangunan tidak harus mengorbankan lahan pertanian. Ini yang ingin kami wujudkan juga di PPU—daerah yang tumbuh, tapi tetap hijau dan mandiri secara pangan,” pungkas Waris.

Dengan kunjungan ini, PPU mempertegas komitmennya untuk tidak hanya menjadi penyangga ibu kota negara secara fisik, tetapi juga sebagai lumbung pangan yang kokoh dan berkelanjutan di masa depan.(adv/kominfoppu)

SendShare32
Next Post

Evaluasi Jalur Afirmasi, Khawatir Jadi Ladang Praktik Curang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.9k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.