lingkaranberita.com, SLEMAN — Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa (1/7/2025), untuk mempelajari praktik terbaik dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian melalui skema Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Kunjungan berlangsung di kawasan edukatif Jejamuran dan disambut langsung oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, bersama Plh. Kepala Dinas Pertanian Sleman, Rofiq Andriyanto, serta Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Pertaru), Agung Armawanta.
Dalam sambutannya, Waris menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat Pemerintah Kabupaten Sleman sekaligus apresiasi atas capaian Sleman dalam mengintegrasikan pembangunan dan perlindungan sektor pertanian.
“Kami melihat Sleman sebagai contoh nyata daerah yang berhasil menyeimbangkan pertumbuhan wilayah dengan pelestarian lahan pertanian. Terima kasih atas kesediaan berbagi ilmu dan pengalaman yang sangat berharga ini,” ujar Waris.
Belajar dari Sleman: Ketahanan Pertanian di Tengah Pembangunan
Kabupaten Sleman dikenal sebagai salah satu daerah yang progresif dalam menerapkan kebijakan perlindungan lahan pertanian. Dari total luas wilayah sekitar 57.482 hektare, sebanyak 15.915 hektare di antaranya merupakan lahan sawah, sementara 19.958 hektare adalah lahan pertanian non-sawah.
Sektor pertaniannya mencakup berbagai komoditas strategis, mulai dari tanaman pangan (padi, jagung, kedelai), hortikultura (salak, jambu dalhari, cabai, jamur), perkebunan (kopi, kelapa, tebu), hingga peternakan dan perikanan yang menyentuh berbagai segmen masyarakat.
Tak hanya itu, keberhasilan Sleman menjaga LP2B juga ditopang oleh regulasi daerah yang tegas, koordinasi lintas sektor, serta penguatan kelembagaan petani dan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pengawasan.
Tiru dan Sesuaikan, Demi PPU yang Tangguh Pangan
Waris menegaskan bahwa kunjungan ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar Pemkab PPU untuk merancang strategi lokal dalam menjaga ketahanan pangan dan mencegah alih fungsi lahan yang marak terjadi di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami ingin membawa pulang praktik-praktik terbaik dari Sleman, dan menyesuaikannya dengan kondisi sosial, ekonomi, dan geografis PPU. Kita harus siapkan skema kebijakan yang kuat agar lahan pertanian di PPU tidak tergerus oleh pembangunan,” tegasnya.
Kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat jaringan kerja sama antar-daerah, khususnya dalam hal perencanaan tata ruang, reformasi agraria, dan pengembangan pertanian berbasis kearifan lokal.
Langkah Nyata Jaga Masa Depan Pangan
Pemkab PPU saat ini tengah memfinalisasi sejumlah kebijakan perlindungan lahan produktif, termasuk integrasi LP2B dalam dokumen perencanaan daerah, serta edukasi publik terhadap pentingnya ketahanan pangan berkelanjutan.
“Sleman telah menunjukkan bahwa pembangunan tidak harus mengorbankan lahan pertanian. Ini yang ingin kami wujudkan juga di PPU—daerah yang tumbuh, tapi tetap hijau dan mandiri secara pangan,” pungkas Waris.
Dengan kunjungan ini, PPU mempertegas komitmennya untuk tidak hanya menjadi penyangga ibu kota negara secara fisik, tetapi juga sebagai lumbung pangan yang kokoh dan berkelanjutan di masa depan.(adv/kominfoppu)