Lingkaranberita.com, Penajam – Ketersediaan layanan dasar di Kelurahan Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), masih jauh dari kata ideal. Dalam kegiatan reses masa sidang II Tahun 2025, warga menyampaikan sejumlah keluhan mulai dari distribusi air bersih, akses jaringan gas rumah tangga, hingga persoalan banjir yang belum tertangani optimal.
Ketua Komisi II DPRD PPU, Thohiron, yang memimpin agenda reses tersebut, mengungkapkan bahwa layanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) belum menjangkau seluruh warga meski Petung memiliki sumber air yang memadai.
“Banyak warga masih belum mendapat layanan PDAM karena jaringan pipanya belum terdistribusi merata,” ujar Thohiron, Senin (4/3/2025), di Kantor DPRD PPU.
Tak hanya air bersih, warga juga mengeluhkan keterbatasan akses terhadap jaringan gas (jargas). Meski secara teknis pemasangan memungkinkan, tingginya biaya menjadi hambatan utama.
“Mereka berharap ada subsidi atau pemasangan gratis. Namun sayangnya, kuota bantuan jargas gratis saat ini sudah habis,” jelas Thohiron.
Selain dua isu utama itu, banjir masih menjadi ancaman rutin di Petung, terutama saat hujan lebat bersamaan dengan naiknya air laut. Thohiron menyatakan sistem drainase di wilayah tersebut sejatinya cukup baik, namun tetap kewalahan dalam kondisi pasang laut.
“Jika hanya hujan, air biasanya cepat surut. Tapi jika bersamaan dengan pasang laut, banjir tidak bisa dihindari,” katanya.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, DPRD PPU berjanji akan terus mengawal aspirasi warga dan mendorong pemerintah daerah agar memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar, terutama distribusi air bersih, penyediaan jaringan gas bersubsidi, serta solusi jangka panjang penanganan banjir.(adv/DPRD PPU)