• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Teknologi dan Kesadaran Publik Jadi Tantangan Utama Digitalisasi Data Sosial di PPU

05/05/2025
in PENAJAM
0

Kepala Dinas Sosial PPU, Saidin. (Ist)

546
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, Penajam— Transformasi digital dalam pendataan sosial di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah menghadapi tantangan struktural dan budaya. Proses migrasi data kesejahteraan sosial ke sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTKSN) yang diharapkan rampung dalam sebulan, justru terhambat oleh minimnya infrastruktur teknologi dan kesadaran masyarakat terhadap urgensi pendataan.

Related Posts

Zakat Fitrah di Penajam 2026 Ikut Disesuaikan

Dorong Adaptasi Daerah Hadapi IKN, PPU Lakukan Evaluasi Menyeluruh untuk Pimpinan Tinggi Pratama

Disdikpora Terapkan Skema “Cadangan Kepemimpinan” untuk Stabilkan Manajemen Pendidikan PPU

Waris Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Pokdarwis

Kepala Dinas Sosial PPU, Saidin, menyebut bahwa keberhasilan program ini bukan hanya bergantung pada teknis input data, tetapi juga pada pemahaman kolektif tentang pentingnya akurasi informasi dalam menentukan penerima bantuan negara.

“Kami mengalami banyak kendala, mulai dari sinyal internet yang tidak stabil, keterbatasan tenaga verifikator, hingga kurangnya pemahaman warga tentang tujuan dari pemutakhiran ini,” ungkapnya, Senin (5/5/2025).

Fenomena ini menunjukkan bahwa digitalisasi di sektor kesejahteraan belum cukup ditopang oleh kesiapan sosial dan infrastruktur. Di beberapa desa, proses verifikasi harus dilakukan manual karena sistem daring belum optimal. Tantangan ini turut memunculkan potensi eksklusi sosial akibat data yang tidak terbarui tepat waktu.

Meskipun begitu, Saidin tetap optimis. Ia mengatakan koordinasi lintas pihak—dari camat hingga pendamping sosial—terus diperkuat. Diharapkan, dalam dua pekan ke depan, proses ini bisa dirampungkan tanpa mengorbankan akurasi data.

“Digitalisasi bukan semata soal teknologi, tapi soal keadilan distribusi bantuan. Jika kita ingin sistem yang adil, maka kita harus mulai dari data yang benar,” tegasnya.

DTKSN sendiri merupakan tulang punggung bagi sejumlah program bantuan seperti PKH, BPNT, hingga BLT. Maka, keberhasilannya bukan hanya soal administrasi, tapi juga tentang kepercayaan publik terhadap sistem distribusi kesejahteraan yang inklusif dan transparan.(adv/kominfoppu)

SendShare33
Next Post

Di Balik Angka Nol, Tantangan Menjaga Warga PPU dari Jerat Kemiskinan Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
5k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.