lingkaranberita.com, PENAJAM, — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mempercepat pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Kelurahan Sepan dan Desa Bukit Subur. Jalur tersebut sempat terputus akibat banjir yang melanda kawasan pada 21 April 2025.
Sekretaris Dinas PUPR PPU, Muhammad Ali Musthofa, mengatakan bahwa pekerjaan konstruksi sempat terkendala cuaca ekstrem dan derasnya arus air. Meski demikian, pihaknya tetap menargetkan pembangunan jembatan sepanjang delapan meter dan lebar empat meter rampung dalam waktu dua pekan.
“Cuaca masih menjadi tantangan utama, tapi kami terus upayakan percepatan agar jalur ini bisa segera kembali difungsikan secara optimal,” ujar Ali, Senin (21/4).
Sebelumnya, untuk memulihkan akses warga, pemerintah membangun jembatan darurat. Namun, struktur sementara itu tidak mampu menahan beban kendaraan berat dan akhirnya rusak saat dilalui truk pengangkut hasil perkebunan.
PUPR mengimbau warga agar tidak menggunakan jembatan sementara untuk kendaraan bertonase besar hingga jembatan permanen selesai dibangun. “Kami mohon kerja sama masyarakat. Untuk sementara, kendaraan berat sebaiknya dilangsir agar jembatan tidak kembali rusak,” tegas Ali.
Jalur Sepan–Bukit Subur merupakan akses penting bagi aktivitas ekonomi warga, terutama di sektor pertanian dan distribusi hasil perkebunan. Pemerintah daerah berharap percepatan pembangunan jembatan permanen ini dapat memulihkan konektivitas dan mendukung kelancaran transportasi masyarakat.(adv/kominfoppu)