Penajam, Lingkaranberita.com — Tingginya harga gas LPG 3 kg di wilayah Babulu ternyata bukan sepenuhnya karena kelangkaan pasokan, melainkan karena sebagian warga belum tercatat sebagai penerima subsidi resmi.
Merespons keluhan warga yang viral di media sosial, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Margono Hadi Sutanto, bersama tim dari Bidang Perdagangan langsung turun ke lapangan pada Kamis, 10 April 2025.
Sidak dilakukan di sejumlah pangkalan LPG di Desa Babulu Darat, khususnya RT.026 hingga RT.028. Hasilnya, ditemukan bahwa warga yang mengeluh harga mahal belum melakukan pendaftaran sebagai penerima subsidi di pangkalan resmi.
“Kami temukan bahwa beberapa warga belum tercatat dalam sistem pangkalan. Ini yang menyebabkan mereka membeli dengan harga pasar,” ungkap Margono di sela pengecekan.
Sebagai solusi, Dinas KUKM Perindag memberi arahan langsung agar warga segera mendaftar di pangkalan terdekat agar bisa menikmati harga subsidi sesuai ketentuan. Pemerintah daerah menegaskan bahwa program subsidi harus menyasar kelompok yang benar-benar membutuhkan.
Margono juga mengingatkan masyarakat untuk turut mengawasi distribusi gas bersubsidi. Ia menegaskan bahwa ASN dan masyarakat mampu tidak seharusnya menggunakan LPG 3 kg, dan didorong untuk beralih ke Bright Gas yang non-subsidi.
“Jika ada yang melihat penyalahgunaan, silakan laporkan. Ini demi keadilan bagi masyarakat kecil,” tegasnya.
Dinas KUKM Perindag PPU berkomitmen menjaga ketepatan sasaran distribusi dan mendorong transparansi agar subsidi pemerintah benar-benar dirasakan oleh mereka yang berhak.
(adv/DiskominfoPPU)