• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Warga Belum Terdata, Jadi Penyebab Mahalnya Gas Subsidi di Babulu

12/04/2025
in PENAJAM
0

Margo Jadi Susanto turun ke agen untuk memastikan stok LPG. (Ist)

575
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Penajam, Lingkaranberita.com — Tingginya harga gas LPG 3 kg di wilayah Babulu ternyata bukan sepenuhnya karena kelangkaan pasokan, melainkan karena sebagian warga belum tercatat sebagai penerima subsidi resmi.

Related Posts

Zakat Fitrah di Penajam 2026 Ikut Disesuaikan

Dorong Adaptasi Daerah Hadapi IKN, PPU Lakukan Evaluasi Menyeluruh untuk Pimpinan Tinggi Pratama

Disdikpora Terapkan Skema “Cadangan Kepemimpinan” untuk Stabilkan Manajemen Pendidikan PPU

Waris Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Pokdarwis

Merespons keluhan warga yang viral di media sosial, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Margono Hadi Sutanto, bersama tim dari Bidang Perdagangan langsung turun ke lapangan pada Kamis, 10 April 2025.

Sidak dilakukan di sejumlah pangkalan LPG di Desa Babulu Darat, khususnya RT.026 hingga RT.028. Hasilnya, ditemukan bahwa warga yang mengeluh harga mahal belum melakukan pendaftaran sebagai penerima subsidi di pangkalan resmi.

“Kami temukan bahwa beberapa warga belum tercatat dalam sistem pangkalan. Ini yang menyebabkan mereka membeli dengan harga pasar,” ungkap Margono di sela pengecekan.

Sebagai solusi, Dinas KUKM Perindag memberi arahan langsung agar warga segera mendaftar di pangkalan terdekat agar bisa menikmati harga subsidi sesuai ketentuan. Pemerintah daerah menegaskan bahwa program subsidi harus menyasar kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Margono juga mengingatkan masyarakat untuk turut mengawasi distribusi gas bersubsidi. Ia menegaskan bahwa ASN dan masyarakat mampu tidak seharusnya menggunakan LPG 3 kg, dan didorong untuk beralih ke Bright Gas yang non-subsidi.

“Jika ada yang melihat penyalahgunaan, silakan laporkan. Ini demi keadilan bagi masyarakat kecil,” tegasnya.

Dinas KUKM Perindag PPU berkomitmen menjaga ketepatan sasaran distribusi dan mendorong transparansi agar subsidi pemerintah benar-benar dirasakan oleh mereka yang berhak.
(adv/DiskominfoPPU)

SendShare34
Next Post

Sekda PPU Minta Seluruh OPD Kooperatif Selama Pemeriksaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.9k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.