Lingkaranberita.com, Penajam, – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mengambil langkah antisipatif untuk mengatasi lonjakan volume sampah yang diprediksi akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Kepala DLH PPU, Safwana, mengungkapkan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada saat ini, yaitu TPA Buluminung, diperkirakan hanya mampu menampung sampah selama satu hingga dua tahun ke depan akibat terbatasnya kapasitas.
TPA Eksisting Menuju Batas Kapasitas
Safwana menjelaskan bahwa seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat, volume sampah terus meningkat, sehingga daya tampung TPA Buluminung semakin terbatas. “Saat ini, TPA kami hanya mampu menampung sampah sekitar satu setengah tahun lagi. Ini pun jika pertumbuhan sampah tidak melonjak drastis,” katanya. Menurutnya, dengan laju produksi sampah yang mencapai sekitar 0,5 kilogram per orang per hari, jika tidak ada tindakan segera, DLH PPU akan menghadapi kesulitan dalam pengelolaan sampah.
Rencana Pengembangan TPA Baru di Buluminung
Dalam menghadapi masalah ini, DLH PPU telah melakukan survei dan penjajakan lahan untuk pengembangan TPA baru di wilayah Buluminung. “Kami telah meninjau beberapa lokasi potensial, dan Buluminung dianggap strategis untuk pengembangan TPA baru karena faktor topografi dan lokasinya yang cukup ideal,” ungkap Safwana. Rencana ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan sampah yang lebih efektif di masa depan.
Dukungan Pemerintah Pusat untuk Pembangunan TPA Baru
Safwana juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan pembangunan TPA baru dengan mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. “Kami telah mengusulkan pembangunan TPA baru dan anggarannya akan berasal dari pusat. Kami juga mendapatkan dukungan dari BPBD terkait rencana ini,” lanjutnya. Selain itu, kementerian terkait juga memberikan perhatian besar terhadap pengelolaan sampah yang sesuai dengan regulasi lingkungan.
Sosialisasi dan Edukasi kepada Masyarakat
Selain langkah teknis, DLH PPU juga fokus pada sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi sampah dari sumbernya. “Kami terus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Pemilahan sampah, mengurangi penggunaan plastik, dan memanfaatkan barang bekas adalah langkah-langkah kecil yang memberikan dampak besar,” jelasnya.
Safwana menyadari bahwa perubahan perilaku masyarakat membutuhkan waktu dan konsistensi, namun pihaknya tetap berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat. “Kami juga sedang menyusun roadmap pengelolaan rumah sampah dan penguatan sistem bank sampah,” katanya.
Solusi Jangka Panjang untuk Pengelolaan Sampah
Dengan adanya rencana pembangunan TPA baru di Buluminung, DLH PPU berharap dapat mengatasi potensi krisis sampah dan menciptakan sistem pengelolaan yang berkelanjutan. Safwana menegaskan bahwa penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat. “Kami berharap dukungan dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” tutup Safwana.
Dengan upaya yang terencana dan kolaborasi antara berbagai pihak, DLH PPU berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi generasi mendatang.(adv/kominfoppu)