Lingkaranberita.com, Penajam – Dalam upaya menjadikan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai wilayah yang tangguh secara lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperkuat sistem pengelolaan sampah dengan pendekatan terpadu jelang musim lonjakan volume limbah rumah tangga, terutama menjelang dan pasca hari raya keagamaan seperti Idul Fitri.
Kepala DLH PPU, Safwana, dalam pernyataannya menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian jadwal pengambilan sampah bukan hanya respons musiman, tetapi bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan kabupaten yang bersih, tertata, dan siap berkompetisi meraih penghargaan Adipura.
Optimalisasi Jadwal dan Penyesuaian Operasi
Sebagai bagian dari manajemen berbasis data, DLH melakukan penyesuaian operasional pengangkutan sampah pada tanggal 30 dan 31 Maret 2025. Pada H-1 Lebaran, armada akan beroperasi dua kali dalam sehari, yakni pagi dan malam, sementara pada hari raya, pengangkutan dilakukan malam hari agar tidak mengganggu ibadah pagi warga dan memberi kesempatan petugas turut merayakan Idul Fitri.
“Kami tidak hanya bicara soal teknis pengambilan sampah, ini soal menghadirkan sistem layanan yang manusiawi, responsif, dan efisien,” kata Safwana.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Literasi Lingkungan
DLH PPU turut menggandeng dinas lain seperti Dinas Pariwisata, kecamatan, dan bahkan komunitas pasar dalam menjaga kebersihan kawasan strategis dan destinasi lokal yang padat pengunjung. Selain itu, kampanye digital dan edaran resmi juga disebar agar publik sadar akan jadwal baru dan ikut berperan dalam memilah serta membuang sampah secara tertib.
Lonjakan Sampah Jadi Indikator Urbanisasi
Data terbaru menunjukkan adanya lonjakan volume sampah di wilayah-wilayah padat seperti Sepaku dan Penajam. Sepaku, sebagai bagian dari kawasan Ibu Kota Nusantara, mencatat angka 13,4 ton/hari, sementara Penajam melampaui 60 ton/hari selama Ramadan. Pasar tradisional seperti Petung dan Babulu menjadi titik akumulasi terbesar.
“Volume adalah cermin dinamika kota. Yang penting, kita harus punya sistem yang mampu beradaptasi dan tidak kolaps di tengah lonjakan,” jelas Safwana.
Penguatan Infrastruktur TPS dan Kontainer
DLH saat ini telah mengelola 167 Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan mengintensifkan penyediaan kontainer khusus di titik-titik rawan seperti pasar. Pasar Waru direncanakan menjadi lokasi selanjutnya yang mendapat fasilitas ini, demi menciptakan rantai pengelolaan sampah yang lebih efisien dan higienis.
Kebersihan Kota Sebagai Daya Saing Daerah
Menjelang cuti bersama, DLH tetap siaga sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah daerah. Fokus besar lainnya adalah pencapaian target Adipura yang menjadi simbol kota bersih nasional.
“Ini bukan soal trofi, tapi soal prestise dan komitmen lingkungan yang berkelanjutan. Petugas kami adalah garda terdepan yang menjaga wajah kota,” pungkas Safwana.
Melalui pendekatan sistemik dan sinergis ini, Kabupaten Penajam Paser Utara berupaya menjadi wilayah yang tak hanya bersih secara fisik, tetapi juga siap bersaing sebagai kota hijau masa depan di tengah transformasi regional sebagai bagian dari Ibu Kota Negara.(adv/kominfoppu)