Lingkaranberita.com, Penajam – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung tengah berada di jalur transformasi strategis. Tak hanya menjadi fasilitas kesehatan utama bagi warga Penajam Paser Utara (PPU), rumah sakit ini kini bersiap naik kelas menjadi pusat layanan medis regional yang mandiri dan unggul, menyusul berbagai rencana penguatan infrastruktur dan sumber daya kesehatan.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD, Mariati, menyatakan bahwa pertumbuhan jumlah pasien yang signifikan serta makin kompleksnya kebutuhan layanan mendorong pihak rumah sakit untuk melakukan reposisi peran, dari sekadar rumah sakit layanan dasar menjadi pusat rujukan yang siap menghadapi kasus-kasus serius.
Modernisasi Alat Medis dan Fasilitas Kritis
Sebagai langkah awal, RSUD telah mengajukan pengadaan peralatan berteknologi tinggi seperti CT scan dan MRI, yang sangat dibutuhkan dalam penanganan kasus neurologi dan trauma. Alat-alat ini akan mengakhiri ketergantungan rumah sakit terhadap fasilitas di luar daerah dalam menangani pasien stroke, cedera otak, dan kasus-kasus gawat darurat lainnya.
“Kasus-kasus kritis yang selama ini harus dirujuk keluar daerah sering kali terkendala waktu dan logistik. Dengan alat penunjang diagnosis sendiri, kami bisa selamatkan lebih banyak nyawa di tempat,” jelas Mariati.
Selain alat medis, peningkatan kapasitas ruang ICU dan perawatan intensif juga menjadi fokus utama agar rumah sakit mampu menampung pasien dalam kondisi darurat tanpa harus menunggu lama atau menempuh perjalanan jauh.
Investasi Besar pada SDM Kesehatan
Transformasi tidak hanya menyasar alat, tapi juga manusia. RSUD telah mengusulkan penambahan tenaga medis spesialis di bidang bedah, saraf, dan radiologi—tiga disiplin penting dalam pelayanan modern. Kehadiran spesialis ini akan mengurangi waktu tunggu dan mempercepat proses pengobatan.
“Kehadiran dokter spesialis membuat RSUD tidak lagi hanya berperan sebagai titik transit, tapi menjadi titik penyelesaian,” kata Mariati. Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas perawat, teknisi laboratorium, dan radiografer juga terus dilakukan melalui pelatihan dan rekrutmen terbuka.
RSUD sebagai Pilar Kesehatan Wilayah Penyangga IKN
Letak geografis RSUD Ratu Aji Putri Botung yang dekat dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menambah urgensi transformasi ini. Dalam waktu dekat, rumah sakit di PPU bisa menjadi alternatif rujukan medis penting bagi warga sekitar IKN, terutama untuk pelayanan darurat atau akses kesehatan primer.
“Misi kami bukan hanya mengobati, tetapi mengurangi beban rujukan dan mendekatkan layanan kesehatan unggulan kepada masyarakat lokal,” ujar Mariati.
Kolaborasi dan Harapan Dukungan Pusat
Dalam mewujudkan rencana ini, RSUD berharap dukungan konkret dari pemerintah daerah maupun pusat, termasuk dari Kementerian Kesehatan. Dukungan ini dibutuhkan untuk pengadaan alat, anggaran operasional, hingga penempatan tenaga medis.
Dengan visi besar ini, RSUD Ratu Aji Putri Botung tidak hanya berbenah untuk hari ini, tetapi membangun pondasi bagi layanan kesehatan masa depan. Rumah sakit ini sedang bergerak dari pelayanan dasar menjadi pusat pelayanan strategis yang mampu menjawab tantangan kawasan berkembang dan mendukung keberlanjutan pelayanan kesehatan nasional.(adv/kominfoppu)