Lingkaranberita.com, Penajam – Pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membawa berbagai proyek besar, termasuk pembangunan Bandara VVIP Nusantara.
Proyek ini diperkirakan akan menciptakan banyak lapangan kerja, terutama bagi masyarakat lokal. Namun, hingga kini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU mengeluhkan kurangnya keterlibatan dan akses informasi terkait proses perekrutan tenaga kerja.
Kepala Disnakertrans PPU, Marjani Ali, mengungkapkan bahwa pihaknya belum diberi akses penuh oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) atau perusahaan yang terlibat dalam pembangunan, baik untuk proyek IKN secara umum maupun pembangunan Bandara VVIP di Pantai Lango.
“Pembangunan Bandara VVIP tentu membutuhkan tenaga kerja. Namun, kami belum dilibatkan secara langsung dalam proses perekrutan oleh perusahaan-perusahaan yang terlibat,” jelas Marjani.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya mengalami kesulitan mendapatkan data akurat mengenai jumlah tenaga kerja yang sudah direkrut maupun yang masih dibutuhkan. Hingga kini, Disnakertrans hanya menerima data sekunder yang tidak sepenuhnya lengkap.
“Data real jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dan sudah direkrut sangat sulit kami dapatkan. Alhamdulillah, ada data sekunder yang baru diberikan oleh staf, tapi informasi terkait lowongan pekerjaan belum pernah kami terima,” tambahnya.
Marjani menyesalkan kurangnya keterlibatan pemerintah setempat dalam proses ini. Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya mendapatkan akses langsung untuk memastikan masyarakat lokal bisa memanfaatkan peluang kerja yang tercipta dari proyek-proyek besar seperti ini.
“Kami berharap bisa dilibatkan sejak awal, bukan hanya saat ada masalah. Informasi terkait lowongan pekerjaan seharusnya juga disampaikan kepada kami agar masyarakat lokal bisa mendapatkan manfaat langsung,” pungkas Marjani.(adv/kominfoppu)