Lingkaranberita.com, Makassar – Apt. Anita Puspa Widiyana, M. Farm, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (UNISMA) berhasil meraih penghargaan “Best Presenter” dalam seminar internasional yang digelar di Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar. Penghargaan ini diberikan atas presentasinya mengenai pengembangan senyawa antikanker payudara dari turunan Kuinazolin.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: https://unisma.ac.id/
Dalam presentasinya, Anita yang juga sedang menempuh studi S3 di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR), memaparkan potensi besar senyawa turunan Kuinazolin sebagai kandidat obat baru untuk kanker payudara. Melalui data komprehensif, Anita menjelaskan bagaimana modifikasi struktur kimia senyawa tersebut dapat meningkatkan efektivitas biologisnya, membuka peluang besar dalam pengobatan kanker.
“Dengan teknologi kimia komputasi, kami bisa memprediksi aktivitas biologis serta proses penyerapan, distribusi, metabolisme, ekskresi, dan toksisitas senyawa. Ini adalah metode yang cepat, efisien secara biaya, dan bisa diaplikasikan pada banyak senyawa,” jelas Anita dalam pemaparannya.
Anita juga mengungkapkan bahwa dari penelitian yang dilakukan, ditemukan enam senyawa turunan Kuinazolin yang memiliki potensi kuat untuk dikembangkan lebih lanjut melalui sintesis dan pengujian laboratorium. Keunggulan penelitiannya terletak pada penggunaan teknologi komputasi yang mempercepat proses pengembangan obat dengan biaya yang lebih rendah.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: https://unisma.ac.id/
Dengan pendekatan presentasi yang interaktif dan memanfaatkan berbagai media visual, Anita berhasil menarik perhatian para peserta seminar, yang terdiri dari akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang farmasi dan kesehatan. Sesi tanya jawab pun berlangsung aktif, dengan banyak peserta yang mengapresiasi temuan tersebut dan memberikan masukan berharga untuk pengembangan lebih lanjut.
Penghargaan “Best Presenter” yang diterima Anita menegaskan kualitas penelitiannya sekaligus keterampilannya dalam menyampaikan informasi dengan jelas dan menarik. Keberhasilannya ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi riset antaruniversitas, sekaligus mendorong inovasi baru dalam pengobatan kanker.
Seminar internasional ini juga menjadi bagian dari upaya Fakultas Kedokteran UNISMA dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan memperkuat jaringan akademis untuk mewujudkan visi dan misi universitas dalam meningkatkan kontribusi di bidang kesehatan.(adv/)
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: https://unisma.ac.id/