• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Dosen Muda UNISMA Kembangkan Pakan Berbasis Magot, Produksi Telur Puyuh Berpotensi Meningkat

24/08/2026
in EDUCATION
0

Inovasi di bidang peternakan terus dikembangkan melalui kolaborasi antarperguruan tinggi. (Ist)

525
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, MALANG — Inovasi di bidang peternakan terus dikembangkan melalui kolaborasi antarperguruan tinggi. Dosen muda Universitas Islam Malang (UNISMA) bersama tim dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh mengembangkan pakan fungsional berbahan minyak magot yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kesehatan ternak puyuh.

Related Posts

SMAN 4 dan SMAN 3 Blitar Kuasai Turnamen Voli Lustrum IX UNISMA

UNISMA Buka Empat Stand di Muktamar ke-35 NU, Calon Mahasiswa Bisa Daftar Kuliah Langsung

FMIPA UNISMA-UB Perkuat Kolaborasi Akademik, Dorong Transformasi Fakultas

UNISMA Bawa Gagasan NU Transformatif ke Muktamar ke-35, 44 Artikel Soroti Tantangan Zaman

SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id

Pakan tersebut diformulasikan dengan memadukan minyak magot dan suplementasi tokoferol atau vitamin E. Kombinasi ini dirancang tidak sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi ternak, tetapi juga membantu menjaga kondisi fisiologis puyuh selama masa produksi.

‎Hasil sementara penelitian menunjukkan adanya respons positif setelah pemberian pakan fungsional. Salah satunya terlihat dari peningkatan produksi serta bobot telur yang dihasilkan.

Efisiensi pemanfaatan pakan juga menunjukkan perbaikan. Hal tersebut tercermin dari penurunan nilai Feed Conversion Ratio (FCR). Semakin rendah nilai FCR, semakin efisien pakan yang digunakan ternak untuk menghasilkan produk.

Dampak pemberian pakan tidak hanya diamati dari sisi produktivitas. Tim peneliti juga menemukan perubahan pada sejumlah indikator hematologi puyuh.

‎Kadar trigliserida dan kolesterol dalam darah dilaporkan mengalami penurunan. Temuan tersebut mengindikasikan adanya potensi perbaikan kondisi fisiologis ternak melalui formulasi pakan yang dikembangkan.

Penelitian juga mencatat adanya indikasi penurunan stres oksidatif. Hal ini terlihat dari menurunnya kadar malondialdehyde (MDA) dalam darah puyuh.

MDA merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk melihat tingkat stres oksidatif pada tubuh. Penurunan indikator tersebut menjadi sinyal bahwa suplementasi dalam pakan berpotensi membantu ternak menghadapi kondisi stres dengan lebih baik.

‎Penelitian ini diketuai oleh Ir. Brahmadhita Pratama Mahardhika, S.Pt., M.Si., IPP. dari UNISMA. Ia didampingi Dr. Dyah Lestari Yulianti, S.Pt., M.P. dari UNISMA dan Fadilla Meidita, S.Pt., M.Si. dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.

SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id

‎Kolaborasi tersebut dilaksanakan melalui skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) – DRTPM BIMA Kemdiktisaintek, yang mendorong pengembangan riset kolaboratif untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan di masyarakat.

‎Selain mengejar peningkatan produktivitas, penelitian ini juga membawa aspek keberlanjutan dalam pengembangan bahan pakan. Minyak magot dinilai memiliki peluang untuk dimanfaatkan sebagai alternatif sumber bahan pakan yang lebih efisien dan berpotensi mendukung konsep peternakan ramah lingkungan.

‎Melalui inovasi tersebut, tim berharap dapat menghasilkan formulasi pakan yang mampu meningkatkan efisiensi produksi, menjaga kesehatan ternak, sekaligus memberikan nilai tambah pada produk peternakan berupa telur puyuh yang lebih fungsional.

Meski demikian, tim peneliti menegaskan bahwa hasil yang diperoleh masih berada pada tahap sementara. Diperlukan penelitian dan pengujian lanjutan untuk memastikan konsistensi hasil serta memperkuat kesimpulan mengenai efektivitas pakan berbasis minyak magot dan vitamin E tersebut.(ada/bro1)

SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id

SendShare32
Next Post

UNISMA Bawa Gagasan NU Transformatif ke Muktamar ke-35, 44 Artikel Soroti Tantangan Zaman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
5.2k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2.1k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.