Lingkaranberita.com, PENAJAM – Rapat Koordinasi ke-2 Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI se-Kalimantan Timur 2025 tidak hanya membahas program internal MUI, tetapi juga menyoroti isu strategis: kesiapan daerah menghadapi lonjakan kebutuhan pangan dan energi akibat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Forum yang digelar 7–9 November di PPU ini menghadirkan Sekjen MUI Pusat K.H. Dr. Emirsyah Tambunan, Sekda PPU H. Tohar, pimpinan MUI provinsi dan kabupaten/kota, serta unsur Forkopimda.
Dalam berbagai sesi diskusi, peserta menilai bahwa pembangunan IKN secara langsung membuka pangsa pasar baru bagi pelaku ekonomi umat, terutama di sektor pangan dan energi. Karena itu, penguatan dari hulu ke hilir menjadi fokus utama.
Sekda PPU Tohar menegaskan bahwa krisis pangan global beberapa tahun lalu harus menjadi alarm bagi daerah untuk memperkuat kedaulatan pangan. Ia menyebut program nasional “Makanan Bergizi Gratis” serta pertumbuhan penduduk baru dari IKN akan meningkatkan permintaan komoditas lokal secara signifikan.
“Kalau kita tidak menyiapkan rantai pasok yang kuat, maka yang akan mengisi pasar nanti adalah produk dari luar daerah. Ini saatnya ekonomi umat mengambil posisi strategis,” tegasnya.
Sekjen MUI Pusat, Emirsyah Tambunan, juga memberikan perhatian besar pada aspek perlindungan sosial umat di tengah dinamika ekonomi yang meningkat. Ia mengingatkan peran moral MUI untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.
“Penguatan pangan dan energi adalah kunci agar umat tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama dalam geliat ekonomi Kalimantan Timur,” ucapnya.
Selain merumuskan rekomendasi kebijakan, Rakor ini juga mengulas strategi pemberdayaan yang dapat dijalankan organisasi, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha kecil. Peserta menyoroti perlunya kolaborasi, peningkatan kapasitas produsen lokal, serta penguatan UMKM berbasis komoditas pangan.
Dengan posisi Kalimantan Timur sebagai pusat pemerintahan baru, MUI menilai bahwa kemandirian ekonomi umat harus dibangun sejak sekarang, agar masyarakat lokal mampu mengambil manfaat maksimal dari transformasi besar yang sedang berlangsung.(adv/kominfoppu)