Lingkaranberita.com, IKN — Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Dr. Rifqynizami Karsayuda, memberikan penjelasan menarik soal alasan perayaan HUT ke-59 KAHMI dipusatkan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan digelar pada November 2025, bukan pada September seperti tahun pendiriannya.
Di hadapan ribuan peserta Silaturahmi Regional KAHMI se-Kalimantan, NTT, NTB, dan Bali, Rifqy menyebut ada dua alasan kuat mengapa momen penting ini akhirnya digelar di Kalimantan, tepatnya di IKN.
“Pertama, ini sejarah. Selama 59 tahun, baru kali ini presidium nasional dipimpin putra Kalimantan. Ini bukan hanya kebanggaan, tapi juga panggilan untuk merayakan perjalanan KAHMI di tanah kelahiran saya,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya awalnya sempat enggan maju sebagai presidium. Namun, dukungan luar biasa dari 68 suara Majelis Wilayah dan Majelis Daerah se-Kalimantan membuatnya mantap melangkah dan memastikan perayaan besar KAHMI berlangsung di wilayah yang kini menjadi pusat perhatian nasional.
Alasan kedua, lanjut Rifqy, tidak terlepas dari posisinya sebagai Ketua Komisi II DPR RI. Komisi tersebut menjadi mitra kerja Otorita IKN, sehingga pelaksanaan HUT menjadi tepat jika ditempatkan di lokasi yang sedang menyongsong babak baru sejarah Indonesia.
“IKN ini bukan sekadar proyek. Ini jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dan KAHMI harus hadir di ruang sejarah itu,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Rifqy juga mengenang perjalanan hidupnya sebagai putra Banjar yang besar di Kalimantan Selatan. Ia menggambarkan bagaimana kondisi perjalanan antarprovinsi dahulu masih sulit, termasuk saat melewati Gunung Rambutan menuju Samarinda.
“Kalimantan Timur selalu terasa lebih maju. Saya sudah merasakannya sejak kecil, waktu perjalanan masih harus turun dari Colt 300 karena jalan rusak,” kenangnya disambut tepuk tangan hadirin.
Acara HUT ke-59 KAHMI dan Silaturahmi Regional ini dihadiri jajaran presidium nasional, tokoh alumni HMI dari berbagai daerah, serta perwakilan KAHMI se-Kalimantan hingga Bali.(adv/kominfoppu)