lingkaranberita.com, MALANG – Komitmen Halal Center Universitas Islam Malang (Unisma) dalam mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diperkuat melalui rangkaian Pelatihan Proses Produksi Halal (PPH) yang digelar secara berkala sepanjang tahun 2025. Program ini berlangsung dalam empat periode, yakni Februari, Juni, September, dan Desember, dengan materi yang disesuaikan dengan karakteristik produk peserta.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Setiap periode menghadirkan pendekatan tematik agar pelatihan lebih aplikatif. Pada pelatihan perdana 1 Februari 2025, fokus diberikan pada produk kue dan bakery, terutama menyangkut pemahaman bahan kritis yang kerap menjadi titik rawan kehalalan. Sementara itu, pelatihan kedua pada 14 Juni 2025 menitikberatkan pada pengolahan aneka makanan, melibatkan UMKM dengan ragam produk olahan.
Memasuki periode ketiga pada 13 September 2025 dan keempat pada 13 Desember 2025, materi diperdalam pada aspek identifikasi titik kritis kehalalan produk makanan dan minuman olahan. Pendalaman ini bertujuan meningkatkan ketelitian pelaku usaha dalam menjaga standar halal di seluruh rantai produksi.
Pelatihan yang rutin digelar ini menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan Halal Center Unisma dalam mendukung percepatan sertifikasi halal bagi UMKM. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman proses produksi halal, pengenalan bahan kritis, tata cara pengurusan sertifikasi, hingga strategi memaksimalkan manfaat sertifikat halal bagi daya saing usaha.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Peserta kegiatan berasal dari berbagai latar belakang UMKM, di antaranya tenan Kantin Unisma, Roti Arum Malang, Dapur Nara produsen bolen, Madu Kembang Joyo, serta pelaku usaha olahan ikan dan bakery di wilayah Malang Raya. Keberagaman ini menciptakan ruang diskusi lintas sektor yang memperkaya pengalaman belajar.
Sejumlah akademisi dan praktisi dihadirkan sebagai narasumber, di antaranya Prof. Hj. Novi Arfarita, SP., MP., M.Sc., Ph.D. pada periode pertama dan kedua, Dr. Mohamad Bastomi, SE., MM. pada periode ketiga, serta Dr. Ratna Tri Hardaningtyas, SE., MM. pada periode keempat. Para pemateri menekankan bahwa komitmen terhadap kehalalan tidak berhenti pada kepemilikan sertifikat, melainkan harus tercermin dalam kejujuran memilih bahan dan kedisiplinan dalam proses produksi.
Menurut para narasumber, di tengah pesatnya perkembangan industri pangan, batas antara bahan halal dan non-halal semakin kompleks. Karena itu, pelaku usaha dituntut lebih teliti dan melakukan verifikasi berlapis demi menjaga kepercayaan konsumen sekaligus nilai ibadah dalam berusaha.
Selama pelaksanaan, dukungan penuh juga diberikan oleh civitas akademika dan pimpinan Unisma. Komitmen institusional ini menjadi fondasi kuat agar program pelatihan dapat berlangsung konsisten sebagai wujud pengabdian Halal Center Unisma kepada masyarakat Malang Raya dan Jawa Timur.(adv/)
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id