lingkaranberita.com, PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tak main-main dalam menyiapkan wakil terbaiknya untuk tampil di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025. Para peserta yang telah lolos seleksi kini digembleng melalui program pemusatan pelatihan intensif sebagai bentuk pembinaan menyeluruh.
Pelatihan ini berlangsung sejak pertengahan Juni dan dipusatkan di Aula Hotel Aqila, Kilometer 09, Nipah-Nipah. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) PPU, Nicko Herlambang, pada Selasa malam, 17 Juni 2025.
Dalam sambutannya, Nicko menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar ajang persiapan teknis menghadapi lomba, tetapi juga sarana membentuk karakter Qur’ani yang tangguh. “Ini adalah bentuk komitmen kita bersama untuk mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya berprestasi di arena MTQ, tapi juga menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran berbagai pihak, termasuk Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) PPU, yang telah berperan aktif dalam menyusun agenda pembinaan dengan serius dan terarah.
Fokus Bukan Hanya Menang, Tapi Menanamkan Nilai-Nilai Al-Qur’an
Nicko mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sepenuh hati, menjadikan momen ini sebagai ruang belajar yang bermakna. “Tilawah, tahfidz, tafsir, fahmil Qur’an, hingga KTIQ bukan hanya soal teknik membaca dan memahami Al-Qur’an, tapi juga tentang bagaimana mengamalkannya dalam kehidupan,” tegasnya.
Ia berharap kafilah PPU mampu tampil maksimal pada MTQ yang akan digelar di Kabupaten Kutai Timur, 14–18 Juli mendatang. “Kami optimis, dengan pembinaan yang serius dan komprehensif, kafilah PPU bisa meraih hasil terbaik, bahkan melaju ke tingkat nasional,” ujarnya penuh semangat.
Pelatihan Didukung Pelatih Profesional
Program pelatihan ini berada di bawah koordinasi LPTQ PPU, dengan menggandeng pelatih-pelatih profesional dari tingkat provinsi dan kabupaten. Mereka memberikan pendampingan pada seluruh cabang lomba: mulai dari tilawah, tahfidz, tafsir, syarhil Quran, fahmil Quran, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Pelatihan dilakukan secara sistematis dan menyeluruh, memadukan aspek teknis, pemahaman makna, serta penguatan mental spiritual peserta.
Acara pembukaan juga dihadiri tokoh-tokoh penting, seperti Kepala Kantor Kementerian Agama PPU dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten PPU. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh terhadap pengembangan potensi generasi Qur’ani yang menjadi kebanggaan daerah.
Dengan persiapan matang ini, Kabupaten PPU menegaskan kesiapannya bukan hanya untuk bersaing di tingkat provinsi, tetapi juga untuk membangun tradisi Qur’ani yang berkelanjutan di tengah masyarakat.(adv/kominfoppu)