Lingkaranberita.com, Penajam — Wakil Ketua I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M. Noor, melontarkan kritik tajam terhadap arah pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur yang dinilainya belum menyentuh kebutuhan masyarakat secara luas.
Menurut Syahrudin, infrastruktur yang dibangun megah seperti Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN) sejauh ini hanya bisa dinikmati segelintir orang. “Rakyat juga ingin merasakan manfaat dari pembangunan, bukan hanya jadi penonton,” ujarnya, Minggu (25/5/2025).
Bandara seluas 621 hektare yang kini berdiri megah di Kecamatan Penajam, kata Syahrudin, seharusnya tak hanya melayani tamu negara dan pejabat tinggi. Ia mendorong agar bandara tersebut dibuka untuk penerbangan komersial demi memperluas akses masyarakat dan mendongkrak ekonomi lokal.
“Kalau masyarakat bisa langsung terbang dari sini, aktivitas jadi lebih efisien. Tidak perlu selalu ke Balikpapan hanya untuk bepergian keluar daerah,” tegasnya.
Tak hanya itu, Syahrudin juga menyoroti pentingnya pembangunan jalur dua dari Penajam ke Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Menurutnya, akses darat antarwilayah justru lebih penting ketimbang membangun bandara baru di daerah yang sudah memiliki alternatif transportasi.
“Kami sudah ajukan ke Dirjen Bina Marga agar jalur dua ini dibangun. Ini langkah konkret untuk menyambungkan daerah-daerah di Kalimantan Timur agar pertumbuhan ekonomi bisa lebih merata,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus adil dan berpihak pada kebutuhan masyarakat, bukan semata demi kepentingan elite.
“Yang kita perjuangkan ini bukan untuk gaya-gayaan, tapi agar rakyat bisa lebih mudah bergerak, bekerja, dan hidup lebih baik,” pungkasnya.(adv/DPRD PPU)