Lingkaranberita.com, Penajam – Dalam upaya meningkatkan layanan kedaruratan kebakaran dan penyelamatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) saat ini tengah mempersiapkan dokumen perencanaan pembangunan 15 posko ideal di wilayahnya. Namun, upaya tersebut belum bisa direalisasikan sepenuhnya lantaran masih terkendala persoalan penentuan titik lokasi pembangunan dan jumlah personel yang tersedia.
Sekretaris Dinas Damkar PPU, Sonny Wijaya, menyatakan bahwa kebutuhan akan keberadaan posko yang representatif di setiap wilayah kecamatan dan titik strategis lainnya merupakan bagian dari target jangka menengah instansinya. Posko ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat siaga personel, tetapi juga dilengkapi dengan sarana operasional yang memadai untuk percepatan penanganan kebakaran maupun penyelamatan.
“Kami sudah menyusun proyeksi pembangunan 15 posko damkar yang ideal, lengkap dengan rencana struktur bangunan, kebutuhan armada, dan personel pendukung. Namun, hingga saat ini masih ada kendala di lapangan, terutama soal ketersediaan lahan yang tepat dan distribusi personel yang belum merata,” ujar Sonny saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/5).
Menurutnya, idealnya satu posko didukung oleh minimal satu regu petugas aktif yang terdiri dari enam personel, sesuai standar operasional dari Kementerian Dalam Negeri. Sementara jumlah personel Damkar PPU saat ini masih terbatas, sehingga belum dapat mencover kebutuhan sumber daya manusia untuk 15 posko sekaligus.
“Jumlah personel aktif kami saat ini masih jauh dari cukup. Bahkan di beberapa posko yang sudah ada, jumlah petugas dalam satu regu belum mencapai standar. Ini menjadi kendala serius yang harus diatasi secara bertahap,” jelasnya.
Selain itu, pemilihan titik lokasi posko juga menjadi tantangan tersendiri. Beberapa kecamatan masih belum memiliki lahan yang representatif dan mudah diakses, padahal waktu tanggap sangat bergantung pada posisi strategis posko terhadap wilayah rawan kebakaran.
“Kami tidak bisa sekadar membangun. Harus memperhatikan lokasi yang mudah dijangkau dan memiliki risiko kebakaran tinggi. Kalau salah titik, respon bisa lambat dan tidak efektif,” tegas Sonny.
Meski demikian, Sonny menyampaikan bahwa dokumen perencanaan pembangunan 15 posko damkar sudah masuk dalam peta strategis Dinas Damkar PPU, dan akan diajukan secara bertahap dalam perencanaan anggaran mendatang, baik di APBD murni maupun perubahan.
“Kami akan terus dorong ini ke dalam program prioritas daerah. Karena layanan damkar yang merata dan cepat sangat menentukan keselamatan jiwa dan aset masyarakat,” tutupnya.
Dengan dokumen perencanaan yang matang dan kesadaran atas tantangan lapangan, Dinas Damkar PPU berharap adanya dukungan lintas sektor, terutama dari pemerintah daerah, untuk mewujudkan infrastruktur pemadam kebakaran yang andal dan profesional di seluruh wilayah kabupaten.(adv/kominfoppu)