Lingkaranberita.com, Penajam – Tak hanya ingin menjadi tuan rumah yang ramah, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) siap menggebrak panggung Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2025 dengan ambisi besar: membangun ekosistem pembinaan atlet yang berkelanjutan dan mengantar generasi muda menjadi juara sejati.
Jamaludin, Ketua PBVSI PPU sekaligus Sekretaris Komisi II DPRD, menegaskan bahwa POPDA kali ini menjadi titik balik bagi dunia olahraga pelajar di PPU. “Kami tak ingin hanya tampil. Kami ingin menginspirasi. POPDA ini bukan cuma soal emas, tapi tentang warisan pembinaan jangka panjang,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (10/5/2025).
Upaya serius terlihat dari proses seleksi atlet bola voli yang digelar terbuka bagi seluruh kecamatan. Sebanyak 131 atlet putra-putri unjuk kemampuan dalam dua hari seleksi ketat. Dari sana, PBVSI akan mengerucutkan hingga 14 pemain inti untuk masing-masing kategori.
Namun, ini baru awal. PBVSI PPU melanjutkan ke pemusatan latihan terpadu, peningkatan pelatihan pelatih, hingga sinergi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga. Semua dirancang tak hanya demi kemenangan di POPDA, tetapi untuk menciptakan sistem pembinaan yang hidup dan berkelanjutan.
“Kami ingin PPU dikenal bukan hanya karena menjadi tuan rumah yang sukses, tapi karena berhasil membina dan melahirkan atlet-atlet berprestasi hingga tingkat nasional,” tegas Jamaludin.
POPDA 2025 menjadi panggung awal bagi PPU untuk menunjukkan keseriusan membangun prestasi dari akar rumput. Semangat kompetisi dibarengi dengan visi jangka panjang, menjadikan even ini lebih dari sekadar ajang olahraga—melainkan momentum kebangkitan prestasi pelajar daerah.
“Ini soal harga diri daerah. Tentang memberi ruang bagi anak-anak kita untuk bermimpi, berjuang, dan bersinar,” pungkasnya.
Dengan semangat kolektif, komitmen pembinaan, dan dukungan penuh masyarakat, PPU bukan hanya membidik medali emas—tapi juga masa depan olahraga yang lebih cerah.(adv/DPRD PPU)