Lingkaranberita.com, Penajam — Di tengah gegap gempita Hari Buruh Internasional yang biasanya identik dengan unjuk rasa dan tuntutan, Kabupaten Penajam Paser Utara memilih jalur berbeda: menyapa para pekerja lewat langkah kaki, senyum sehat, dan ruang kebersamaan.
Sabtu pagi, 3 Mei 2025, ratusan warga berkumpul di sekitar Lapangan Stadion Sempaja untuk ikut serta dalam kegiatan bertema “Merajut Kebersamaan untuk Peningkatan Kesejahteraan Pekerja dan Produktivitas Nasional.” Bukan hanya pekerja, tapi juga warga umum, tokoh masyarakat, hingga pejabat lokal ikut meramaikan suasana.
Alih-alih orasi dan spanduk, acara dimulai dengan senam bersama, dilanjutkan dengan jalan sehat santai menyusuri area stadion, dan ditutup dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis—semuanya digagas oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU sebagai bentuk penghargaan terhadap para buruh yang selama ini jadi tulang punggung pembangunan.
“Kami ingin merayakan Hari Buruh dengan pendekatan yang membangun: sehat bersama, bergerak bersama, dan merajut solidaritas,” kata Kepala Disnakertrans PPU, Marjani, dalam sambutannya.
Dalam dunia kerja yang makin kompetitif, isu kesehatan kerap terpinggirkan. Oleh karena itu, Disnakertrans menggandeng Dinas Kesehatan untuk memberikan layanan cek tekanan darah, gula, kolesterol, dan konsultasi medis secara gratis di lokasi acara. Tak sekadar simbolik, layanan ini menjangkau langsung kebutuhan dasar para pekerja: tubuh yang bugar untuk hidup yang produktif.
Bagi banyak peserta, acara ini bukan sekadar hiburan akhir pekan. Ini adalah pengakuan. Bahwa profesi mereka—dari buruh kasar, penata rias, pengemudi, hingga petugas kebersihan—dianggap penting dan layak mendapat perhatian lebih dari sekadar ucapan seremonial.
“Jarang ada kegiatan seperti ini yang menyentuh langsung kebutuhan kami. Diperiksa kesehatan tanpa biaya, itu sangat membantu,” ujar Andri, salah satu peserta jalan sehat.
Acara ditutup dengan pembagian hadiah hiburan, namun yang paling berkesan bukan doorprize, melainkan suasana kebersamaan yang terbangun. Disnakertrans berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi tradisi baru setiap May Day, sebagai pengingat bahwa pekerja bukan hanya angka statistik—mereka adalah manusia yang butuh dihargai secara utuh.
“Produktivitas itu dimulai dari tubuh yang sehat dan pikiran yang dihargai. Itulah filosofi kami merayakan Hari Buruh tahun ini,” tutup Marjani.(adv/kominfoppu)