• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Program Makan Gratis Masih Tanda Tanya di PPU, DPRD Soroti Kesiapan dan Potensi Dampaknya

05/05/2025
in DPRD PENAJAM
0

Ketua Komisi II DPRD PPU, Thohiron. (ist)

542
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, Penajam – Rencana pelaksanaan program makan bergizi gratis yang digadang-gadang pemerintah pusat belum menemui kejelasan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Ketua Komisi II DPRD PPU, Thohiron, menyatakan bahwa hingga kini, daerah belum mendapat kepastian terkait penerapan program tersebut.

Related Posts

Raup Kuatkan Petugas Paskibraka yang Lolos Tingkat PPU dan Kaltim

Pucuk Tertinggi Dandim PPU Berganti, Raup Muin Ajak Sinergi

Perjelas Kartu Penajam Cerdas

Sekolah Swasta Digratiskan, DPRD Minta Data Lebih Dulu Dirapikan

Pernyataan itu disampaikannya usai melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sleman, Yogyakarta, salah satu wilayah yang menjadi lokasi uji coba program. Di Sleman, sistem dapur umum sudah berjalan dengan kapasitas hingga 3.500 porsi per hari dari satu dapur.

“Kita melihat langsung bagaimana dapur umum dikelola di Sleman. Tapi belum bisa dipastikan apakah konsep yang sama akan diterapkan di PPU. Semua masih dalam tahap evaluasi pusat,” ungkap Thohiron, Senin (5/5/2025).

Program makan gratis ini dikabarkan akan digerakkan oleh Badan Gizi Nasional, yang nantinya menggandeng masyarakat lokal dalam penyediaan bahan pangan. Thohiron menyebut sistem ini punya potensi besar untuk mendongkrak sektor pertanian dan pangan lokal.

“Modelnya kolaboratif. Petani dan pelaku UMKM bisa terlibat langsung memasok kebutuhan dapur umum seperti telur, tahu, tempe, dan sayur. Jika ini diterapkan di PPU, dampaknya bisa sangat positif bagi ekonomi lokal,” jelasnya.

Meski begitu, PPU dan wilayah Kalimantan Timur secara umum belum menerima kepastian waktu pelaksanaan. Pemerintah daerah pun masih menunggu arahan dan skema teknis dari pemerintah pusat.

Thohiron berharap, jika program ini benar-benar diterapkan di PPU, maka harus disiapkan dengan matang, mulai dari infrastruktur dapur hingga pola distribusi makanan ke masyarakat.

“Program ini bagus, tapi jangan sampai hanya sebatas janji. Kami siap mendukung jika ada kejelasan dan sistem yang cocok untuk daerah,” tutupnya. (Adv/DPRD PPU)

SendShare32
Next Post

Teknologi dan Kesadaran Publik Jadi Tantangan Utama Digitalisasi Data Sosial di PPU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.9k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.