Lingkaranberita.com, Penajam — Limbah bukan akhir dari nilai suatu benda. Di tangan para pelaku UKM Penajam Paser Utara (PPU), potongan kayu ulin yang dulu dianggap tak berguna kini menjelma menjadi karya seni fungsional bernilai tinggi. Inilah wajah baru industri kreatif PPU yang tampil memukau dalam ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) 2025.
Digelar di wilayah Kabupaten PPU, pameran TTG 2025 menjadi panggung bagi para perajin lokal untuk menampilkan inovasi produk khas daerah. Mulai dari batik bermotif Ibu Kota Nusantara hingga kerajinan kayu ramah lingkungan, setiap karya membawa cerita, budaya, dan semangat perubahan.
“Kami ingin tunjukkan bahwa PPU bukan hanya kaya sumber daya alam, tapi juga punya kekayaan tangan-tangan terampil yang mampu mengubah potensi lokal menjadi produk unggulan,” kata Syamsul Adha, Kepala Bidang Perindustrian Disperindagkop dan UKM PPU, 5 Mei 2025.
Salah satu bintang pameran adalah kerajinan kayu ulin dari limbah—diolah menjadi talenan, cobek, dan alat dapur estetik nan fungsional. Produk-produk ini sudah beberapa kali tembus pameran nasional, bahkan dilirik sebagai komoditas ekspor karena nilai estetika dan konsep keberlanjutan yang diusung.
Tidak ketinggalan, Batik Epoprin tampil memikat dengan corak yang mengangkat ikon lokal dan simbol Ibu Kota Negara (IKN). Coraknya tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyampaikan identitas budaya masyarakat PPU.
“Batik ini bukan sekadar kain, tapi narasi tentang PPU yang sedang bersiap menjadi bagian penting dari Indonesia masa depan,” ujar Syamsul.
Lebih dari sekadar pameran, TTG 2025 menjadi ruang sinergi antara pelaku usaha kecil, stakeholder, dan calon investor. Banyak pengunjung yang datang bukan sekadar melihat-lihat, tetapi benar-benar ingin membangun relasi bisnis dan menjajaki peluang kolaborasi.
“Ini bukan soal pamer produk, tapi pamer potensi,” tegas Syamsul. “Kami ingin dunia tahu bahwa produk lokal PPU bisa bersaing di pasar nasional, bahkan global, jika didukung dengan inovasi, cerita, dan keberanian tampil beda.”
Dengan semangat inovatif dan berpijak pada akar budaya, Disperindagkop dan UKM PPU berkomitmen menjadikan industri kreatif lokal sebagai motor pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.(adv/kominfoppu)