lingkaranberita.com, PENAJAM, — Menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026, Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menambah kuota jalur prestasi sebesar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan ini diambil untuk mengakomodasi tingginya minat calon siswa berprestasi di tengah keterbatasan daya tampung sekolah.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora PPU, Ismail, menjelaskan bahwa penambahan kuota merupakan langkah antisipatif terhadap lonjakan jumlah pendaftar, terutama di sekolah-sekolah favorit.
“Penambahan 10 persen untuk jalur prestasi ini bertujuan memberikan peluang lebih besar bagi siswa berprestasi agar tetap bisa mengakses sekolah yang diinginkan,” ujar Ismail saat ditemui, Senin (21/4).
Namun demikian, menurutnya, persoalan mendasar dalam PPDB tahun ini bukan hanya soal kuota, melainkan juga keterbatasan ruang belajar. Beberapa sekolah negeri di Penajam, seperti SMPN 1, SMPN 10, SMPN 21, dan SMPN 22, disebut sangat membutuhkan penambahan kelas.
Ismail mengungkapkan bahwa Disdikpora telah mengusulkan penambahan ruang kelas baru. Namun realisasi usulan tersebut terkendala oleh kebijakan efisiensi anggaran.
“Kami terbentur aturan. Penambahan siswa bisa dilakukan jika tersedia ruang belajar. Jika tidak, mereka tidak bisa masuk dalam Dapodik dan itu berisiko tidak mendapatkan ijazah,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejumlah sekolah pernah menerima siswa meskipun ruang kelas tidak mencukupi, namun langkah itu kemudian mendapat teguran dari kepala daerah karena dinilai melanggar ketentuan.
“Kami ingin semua anak bisa bersekolah karena itu hak dasar. Tapi kami juga tidak bisa mengabaikan regulasi,” ujarnya.
Disdikpora pun mendorong adanya kebijakan afirmatif dari pemerintah daerah dan DPRD agar pembangunan ruang kelas menjadi prioritas anggaran. Menurut Ismail, penambahan infrastruktur pendidikan merupakan solusi paling realistis saat ini.
“Kami harap pengambil kebijakan bisa menjadikan persoalan ini sebagai prioritas. Anak-anak butuh ruang belajar, dan ini tidak bisa ditunda,” tegasnya.
PPDB 2025/2026 di PPU diperkirakan akan kembali dipadati pendaftar, seiring meningkatnya jumlah lulusan jenjang pendidikan dasar. Disdikpora menegaskan akan terus memantau dan menyesuaikan kebijakan agar tidak ada siswa yang tertinggal dalam proses pendidikan.(adv/kominfoppu)