Penajam, Lingkaranberita.com — Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, dipastikan menjadi salah satu lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR), program pendidikan berkonsep boarding school yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. SR digagas sebagai solusi pendidikan inklusif untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera—bukan sekadar sekolah, tapi ruang lahirnya karakter dan keterampilan hidup.
Lahan seluas 6-7 hektare di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, telah disiapkan oleh Pemkab PPU. Sekretaris Daerah PPU, Tohar, menegaskan percepatan dokumen dan kesiapan administratif menjadi prioritas agar pembangunan segera dimulai.
“Ini bukan hanya bangun sekolah, tapi investasi masa depan anak-anak PPU,” ujar Tohar dalam rapat koordinasi, Kamis (17/4).
Program SR di PPU sudah mendapat lampu hijau dari Kementerian Sosial. Kepala Dinas Sosial, Saidin, menyebutkan bahwa proposal telah disetujui dan kini tinggal melengkapi detail teknis pembangunan. Ia berharap, SR bisa menjadi alat konkret pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Skema boarding school ini menempatkan siswa tinggal dan belajar penuh di lingkungan sekolah, di mana mereka dibekali bukan hanya ilmu akademik, tetapi juga keterampilan praktis dan pembinaan karakter. SR dirancang agar anak-anak dari wilayah pinggiran punya pijakan setara dengan mereka yang tumbuh di kota besar.
Pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lain diharapkan bersinergi agar SR berjalan optimal. Kehadirannya juga menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi sumber daya manusia di sekitar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Lebih dari sekadar bangunan sekolah, SR di PPU adalah janji masa depan yang lebih cerah—sebuah langkah nyata untuk membuktikan bahwa pendidikan berkualitas tak boleh jadi hak istimewa, melainkan hak semua anak bangsa.(adv/kominfoppu)