• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

10 Tahun Terbengkalai, Bendungan Lawe-Lawe Jadi Monumen Gagalnya Perencanaan

17/04/2025
in DPRD PENAJAM
0

Ketua DPRD PPU Raup Muin. (Ist)

545
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, PENAJAM – Sebuah proyek raksasa yang seharusnya menjadi solusi air bersih dan irigasi di Penajam Paser Utara justru berubah menjadi simbol kelalaian perencanaan. Bendungan Lawe-Lawe, yang telah menyedot ratusan miliar rupiah dari kas negara, kini terbengkalai nyaris satu dekade tanpa fungsi jelas.

Related Posts

Raup Kuatkan Petugas Paskibraka yang Lolos Tingkat PPU dan Kaltim

Pucuk Tertinggi Dandim PPU Berganti, Raup Muin Ajak Sinergi

Perjelas Kartu Penajam Cerdas

Sekolah Swasta Digratiskan, DPRD Minta Data Lebih Dulu Dirapikan

Ketua DPRD PPU Raup Muin menyuarakan keprihatinannya atas mangkraknya bendungan tersebut. Menurutnya, akar persoalan terletak pada status lahan yang hingga kini belum diselesaikan—karena proyek ini dibangun di atas lahan milik Pertamina, bukan aset pemerintah daerah.

“Anggarannya luar biasa besar, tapi sampai sekarang masyarakat belum menikmati manfaatnya. Kenapa? Karena dari awal, legalitas lahannya tidak jelas,” kata Raup, Kamis (17/4/2025).

Langkah Penyelamatan yang Terlambat

DPRD dan Pemkab PPU kini tengah mendorong penyelesaian persoalan ini dengan mengajukan surat permohonan pinjam pakai lahan ke Pertamina. Raup menegaskan bahwa langkah itu merupakan opsi cepat agar aset yang sudah telanjur dibangun tidak menjadi sia-sia.

“Informasinya surat sudah dikirim. Skema pinjam pakai 5–10 tahun pun tidak masalah, yang penting bendungan bisa dimanfaatkan dulu. Ini sudah terlalu lama diam,” tegasnya.

Proyek Besar, Pelajaran Mahal

Raup tak hanya bicara soal penyelamatan proyek. Ia juga menyoroti kegagalan manajerial dalam perencanaan awal, yang menurutnya harus menjadi pembelajaran bagi seluruh instansi.

“Ketika perencanaan mengabaikan legalitas dan aspek teknis dasar, dampaknya seperti ini: mahal, mangkrak, dan tidak menyentuh rakyat. Jangan sampai terulang,” tegasnya.

Dengan dorongan politik dan harapan besar dari masyarakat, Raup berharap Bendungan Lawe-Lawe bisa segera keluar dari statusnya sebagai proyek mati suri, dan mulai menjalankan fungsinya demi kesejahteraan warga PPU.(adv/DPRD PPU)

SendShare33
Next Post

Antisipasi Kemarau dan Gejolak Pasar, Dinas Pertanian PPU Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.9k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.