Penajam, Lingkaranberita.com — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali mendorong akses energi bersih bagi warganya dengan mengusulkan tambahan 15.000 sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk tahun anggaran 2025.
Usulan ini menyasar tiga kecamatan utama: Penajam, Waru, dan Babulu, sebagai bagian dari strategi konversi energi dari LPG ke gas bumi. “Kami ingin perluasan ini menyentuh lebih banyak rumah tangga, terutama di kawasan padat penduduk,” ujar Ahmad Usman, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda PPU, Selasa (15/4).
Sejak 2018, PPU telah memiliki lebih dari 9.000 sambungan jargas yang tersebar di sejumlah kelurahan dan desa. Namun, kebutuhan akan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan wilayah.
Yang menjadi sorotan adalah skema baru dari Kementerian ESDM untuk program 2025, yakni menggunakan model Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Skema ini mengikutsertakan swasta dalam penyediaan infrastruktur, namun menimbulkan kekhawatiran terkait potensi kenaikan harga gas di tingkat konsumen.
“Kalau swasta terlibat, kita khawatirkan harga bisa melonjak. Masyarakat kecil yang akan paling terdampak,” jelas Ahmad Usman.
Meski demikian, Pemkab PPU tetap menyatakan siap mendukung segala bentuk percepatan pembangunan jargas, termasuk dengan penyederhanaan perizinan dan pemetaan wilayah yang membutuhkan sambungan baru.
Selain mengurangi ketergantungan pada LPG, program jargas juga diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses energi yang lebih murah, aman, dan berkelanjutan. Jika disetujui, penambahan 15.000 sambungan ini bisa jadi lompatan besar menuju kemandirian energi rumah tangga di PPU.(adv/kominfoppu)