Penajam, Lingkaranberita.com — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah strategis menjaga kestabilan ekonomi lokal usai Hari Raya Idulfitri 1446 H. Melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag), berbagai inisiatif dikerahkan mulai dari operasi pasar hingga penataan infrastruktur niaga.
Kepala Dinas KUKM Perindag PPU, Margono Hadi Sutanto, menyebut lonjakan harga pangan seperti cabai memang sempat terjadi akibat terganggunya distribusi dari daerah pemasok. Namun, stok kebutuhan pokok di PPU dinilai tetap aman dan terkendali berkat operasi pasar di berbagai kecamatan seperti Gunung Seteleng, Babulu, Waru, hingga Sepaku.
“Operasi pasar ini bukan hanya soal harga, tapi juga bentuk jaminan bahwa pemerintah hadir saat masyarakat menghadapi tekanan ekonomi,” ujar Margono.
Langkah lainnya adalah percepatan penataan pasar tradisional. Pedagang Pasar Babulu telah direlokasi ke area yang lebih tertib, dan pembangunan Pasar Waru kini dikebut, didukung dana pusat lebih dari Rp10 miliar. Penataan ini, kata Margono, merupakan respons langsung atas instruksi Presiden saat kunjungan ke Kecamatan Waru.
Tidak hanya stabilisasi pangan, pemerintah daerah juga menyiapkan pelaku usaha kecil agar mampu bersaing di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui event seperti Ramadhan Fest, ratusan pelaku UMKM lokal diberikan panggung untuk unjuk gigi, sekaligus didorong agar mengurus izin usaha resmi.
“Kami ingin pelaku UMKM siap menyongsong pasar IKN. Legalitas usaha jadi fondasi awal untuk bisa naik kelas,” tegas Margono.
Melalui pendekatan terintegrasi ini—menjaga harga pangan, menata pasar, dan memperkuat sektor UMKM—Pemkab PPU berkomitmen memastikan ekonomi masyarakat tetap dinamis, sekaligus menyambut perubahan besar yang akan datang seiring bergesernya pusat pemerintahan nasional ke Kalimantan.
(adv/kominfoppu)